Wiki

Apa Itu ETF (Exchange Traded Fund)?

  • ETF adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa efek seperti saham
  • Biaya pengelolaan ETF lebih rendah dibandingkan reksa dana konvensional
  • ETF bisa dibeli melalui broker saham dengan modal mulai Rp50.000
Ditulis oleh Mentari Rahman

- 27 Mar 2026

Kami mematuhi

7 menit membaca | Investasi

ETF adalah singkatan dari Exchange Traded Fund, yaitu reksa dana yang diperdagangkan di bursa efek seperti saham biasa. Dengan membeli satu unit ETF, Anda otomatis memiliki sekumpulan aset seperti saham, obligasi, atau komoditas sekaligus.

Di Indonesia, ETF Indonesia semakin populer karena biaya pengelolaan yang rendah dan cara beli yang mudah melalui aplikasi sekuritas. Artikel ini menjelaskan pengertian ETF, cara kerja, jenis, keuntungan dan kekurangannya, serta cara membeli ETF di Indonesia.

Apa Itu ETF?

ETF adalah singkatan dari Exchange Traded Fund. Dalam bahasa Indonesia, ETF sering disebut sebagai reksa dana yang diperdagangkan di bursa.

Secara sederhana, ETF adalah sekumpulan saham atau instrumen keuangan lainnya yang dikemas dalam satu produk dan bisa dibeli atau dijual melalui broker saham selama jam bursa berlangsung.

Bedanya dengan reksa dana biasa: ETF diperdagangkan secara real-time di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga harganya bergerak naik turun sepanjang hari mengikuti indeks acuannya. Sedangkan reksa dana konvensional hanya bisa dibeli atau dijual berdasarkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) di akhir hari.

ETF pertama kali muncul di Amerika Serikat pada tahun 1993, ketika Nathan Most dan Steven Bloom memperkenalkan SPDR S&P 500 ETF (SPY). Di Indonesia, ETF pertama diluncurkan pada 18 Desember 2007, yaitu Premier ETF LQ45 yang dikelola oleh Indo Premier Investment Management.

Cara Kerja ETF

ETF bekerja dengan cara meniru kinerja indeks tertentu. Misalnya, ETF yang mengikuti indeks LQ45 akan membeli 45 saham yang ada di indeks tersebut dengan proporsi yang sama.

Berikut proses singkat cara kerja ETF:

  1. Manajer investasi membuat ETF yang melacak indeks tertentu (contoh: LQ45, IDX30)
  2. ETF membeli saham-saham sesuai komposisi indeks acuan
  3. Unit ETF dicatatkan dan diperdagangkan di BEI
  4. Investor membeli dan menjual unit ETF melalui broker saham, sama seperti membeli saham biasa

Harga ETF bergerak real-time selama jam bursa. Nilai bersih dari ETF (indicative NAV atau iNAV) bisa dicek setiap saat melalui aplikasi broker atau situs BEI.

Karena ETF umumnya dikelola secara pasif (hanya mengikuti indeks, bukan memilih saham aktif), biaya pengelolaannya jauh lebih rendah dibandingkan reksa dana yang dikelola aktif.

Jenis Jenis ETF

Ada beberapa jenis ETF yang tersedia untuk investor Indonesia:

  • ETF Saham - Mengikuti indeks saham seperti LQ45, IDX30, atau IDX80. Contoh: R-LQ45X (Premier ETF LQ45), XIJI (Premier ETF IDX30). Ini jenis ETF paling populer di Indonesia.

  • ETF Obligasi - Berisi kumpulan surat utang pemerintah atau korporasi. Cocok untuk investor yang menginginkan pendapatan tetap dengan risiko lebih rendah.

  • ETF Komoditas - Melacak harga komoditas seperti emas atau minyak. Contoh: ETF emas yang tersedia di beberapa platform sekuritas.

  • ETF Sektoral - Fokus pada sektor tertentu seperti teknologi, perbankan, atau properti.

  • ETF ESG - Jenis ETF baru yang semakin populer di 2026, berfokus pada perusahaan dengan praktik Environmental, Social, and Governance yang baik.

  • ETF Kripto - Sekumpulan aset kripto yang dikemas dalam satu produk. Bitcoin ETF dan Ethereum ETF sudah tersedia di pasar internasional. Di Indonesia, akses ke ETF kripto masih terbatas.

Contoh ETF di Indonesia

Berikut beberapa contoh ETF yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kode ETF di Indonesia biasanya diawali huruf "X" atau "R".

Kode ETFNamaIndeks AcuanManajer Investasi
R-LQ45XPremier ETF LQ45LQ45Indo Premier IM
XIJIPremier ETF IDX30IDX30Indo Premier IM
XIITPremier ETF IDX30 ITIDX30 ITIndo Premier IM
XBESPinnacle ETF Bisnis BerkelanjutanESGPinnacle IM
XISRPremier ETF IDX30 SyariahIDX30 SyariahIndo Premier IM
XPLQPremier ETF PEFINDO i-GradePEFINDO i-GradeIndo Premier IM

Biaya broker yang tinggi bisa menggerus keuntungan Anda.

Hemat hingga jutaan rupiah dengan memilih broker saham terbaik di Financer. Nikmati masa pensiun dengan sejahtera

Bandingkan broker saham terbaik sekarang
About hero image

Perbedaan ETF dan Reksadana

ETF dan reksadana sama-sama merupakan produk investasi kolektif, tapi ada perbedaan penting yang perlu Anda pahami sebelum memilih. Berikut perbandingan ETF vs reksadana secara lengkap.

AspekETFReksadana
Cara beli/jualReal-time di bursa via broker sahamMelalui manajer investasi atau agen penjual
HargaBergerak real-time sepanjang hariBerdasarkan NAB di akhir hari
Biaya pengelolaan0,15% - 0,5% per tahun0,5% - 3% per tahun
Biaya transaksiKomisi broker (0,15% - 0,35%)Biaya pembelian/penjualan (0% - 2%)
Minimum pembelian1 lot (100 unit), mulai Rp50.000Mulai Rp10.000 - Rp100.000
PengelolaanUmumnya pasif (mengikuti indeks)Bisa aktif atau pasif
TransparansiPortofolio diumumkan harianPortofolio diumumkan bulanan

Singkatnya, ETF lebih cocok untuk investor yang ingin biaya rendah, transparansi tinggi, dan fleksibilitas jual beli real-time. Reksadana lebih cocok untuk investor yang ingin kemudahan tanpa perlu akun broker saham.

Untuk pemula dengan modal sangat kecil (di bawah Rp100.000), reksadana mungkin lebih praktis karena minimum investasinya lebih rendah. Tapi jika Anda sudah punya akun broker saham, ETF bisa menjadi pilihan investasi yang lebih efisien.

ETF Aktif dan Pasif

ETF terbagi menjadi dua jenis berdasarkan cara pengelolaannya:

ETF Pasif

  • Mengikuti indeks tertentu secara otomatis tanpa campur tangan aktif manajer investasi

  • Biaya pengelolaan lebih rendah karena tidak memerlukan riset saham

  • Cocok untuk investor yang percaya pasar akan naik dalam jangka panjang

ETF Aktif

  • Manajer investasi secara aktif memilih saham untuk mengalahkan kinerja indeks

  • Biaya pengelolaan lebih tinggi dibandingkan ETF pasif

  • Berpotensi memberikan return lebih tinggi, tapi juga risiko underperformance

Apa Itu ETF dengan Leverage?

ETF dengan leverage adalah jenis ETF yang menggunakan derivatif keuangan dan utang untuk memperbesar keuntungan dari indeks acuannya.

Contohnya, ETF leverage 2x akan memberikan return dua kali lipat dari pergerakan indeks acuannya. Jika indeks naik 1%, ETF leverage 2x naik 2%. Tapi kalau indeks turun 1%, ETF ini juga turun 2%.

ETF leverage cocok untuk trader berpengalaman yang ingin mengambil posisi jangka pendek. Untuk investor pemula, ETF leverage tidak disarankan karena risikonya sangat tinggi dan efek compounding bisa menggerus nilai investasi dalam jangka panjang.

Keuntungan ETF

  • Diversifikasi otomatis. Satu unit ETF berisi puluhan sampai ratusan saham sekaligus

  • Biaya rendah. Expense ratio ETF di Indonesia berkisar 0,15% - 0,5%, jauh lebih murah dari reksa dana aktif

  • Transparan. Komposisi portofolio ETF diumumkan secara berkala sehingga Anda tahu persis apa yang Anda miliki

  • Fleksibel. ETF bisa dibeli dan dijual kapan saja selama jam bursa, tidak perlu menunggu akhir hari

  • Modal terjangkau. Minimal pembelian 1 lot (100 unit), bisa mulai dari Rp50.000

  • Efisien pajak. ETF umumnya memiliki turnover portofolio yang rendah, sehingga beban pajak capital gains lebih kecil

Kekurangan ETF

  • Biaya transaksi broker. Setiap kali beli atau jual ETF, Anda dikenakan komisi broker (0,15% - 0,35%)

  • Tracking error. Kinerja ETF tidak selalu persis mengikuti indeks acuannya, ada selisih kecil

  • Likuiditas terbatas. Beberapa ETF di Indonesia memiliki volume perdagangan yang rendah, sehingga sulit dijual dengan cepat

  • Tidak bisa memilih saham. Anda harus mengikuti komposisi indeks, tidak bisa mengeluarkan saham tertentu yang tidak Anda sukai

Cara Beli ETF di Indonesia

Membeli ETF di Indonesia sama mudahnya dengan membeli saham. Berikut langkah-langkahnya:

Buka akun di broker saham

Daftar di aplikasi broker saham yang terdaftar di OJK dan BEI. Beberapa pilihan populer: Stockbit, Ajaib, IPOT (Indo Premier), Mandiri Sekuritas, atau BNI Sekuritas. Proses pendaftaran biasanya membutuhkan KTP dan NPWP.

Deposit dana

Transfer dana ke rekening dana nasabah (RDN) yang dibuat saat pendaftaran. Minimal deposit tergantung broker, tapi umumnya mulai Rp100.000.

Cari kode ETF

Di aplikasi broker, cari kode ETF yang ingin dibeli. Contoh: ketik R-LQ45X untuk ETF LQ45 atau XIJI untuk ETF IDX30.

Beli ETF

Masukkan jumlah lot yang ingin dibeli (minimal 1 lot = 100 unit). Harga 1 unit ETF di Indonesia berkisar Rp300 - Rp1.500, sehingga modal awal bisa mulai dari sekitar Rp50.000 untuk 1 lot.

Pantau dan kelola

Setelah membeli, Anda bisa memantau kinerja ETF melalui aplikasi broker. ETF cocok untuk strategi buy and hold jangka panjang.

Apakah Layak Investasi ETF?

ETF adalah pilihan investasi yang bagus untuk sebagian besar investor, terutama pemula yang ingin mulai berinvestasi dengan modal kecil dan risiko terkelola.

Dengan berinvestasi di ETF, Anda mendapatkan diversifikasi otomatis tanpa perlu memilih saham satu per satu. Ini sangat membantu bagi investor yang tidak punya waktu atau pengetahuan untuk menganalisis saham individual.

Namun, ETF bukan berarti tanpa risiko. Nilai investasi ETF bisa turun jika pasar saham secara keseluruhan mengalami penurunan. Jadi, pastikan Anda berinvestasi dengan uang yang tidak dibutuhkan dalam jangka pendek.

Untuk investor Indonesia, ETF yang mengikuti indeks LQ45 atau IDX30 bisa menjadi langkah awal yang baik karena berisi saham-saham paling likuid dan terpercaya di BEI.

ETF Terbaik di Indonesia 2026

Memilih ETF terbaik tergantung pada tujuan investasi dan profil risiko Anda. Berikut beberapa kategori ETF yang bisa dipertimbangkan:

  • ETF Indeks LQ45 (R-LQ45X) - Pilihan paling populer untuk investor yang ingin mengikuti kinerja 45 saham paling likuid di BEI. Expense ratio rendah dan likuiditas tinggi.

  • ETF Indeks IDX30 (XIJI) - Alternatif yang lebih terkonsentrasi, berisi 30 saham unggulan. Cocok untuk investor yang ingin eksposur ke saham-saham blue chip Indonesia.

  • ETF Syariah (XISR) - Untuk investor yang ingin berinvestasi sesuai prinsip syariah. Berisi saham-saham yang lolos screening syariah.

  • ETF ESG (XBES) - Pilihan untuk investor yang peduli dengan keberlanjutan. ETF ini berfokus pada perusahaan dengan praktik bisnis berkelanjutan.

  • ETF Kripto (global) - Bitcoin ETF dan Ethereum ETF sudah tersedia di pasar internasional. Di Indonesia, investor bisa mengakses ETF kripto melalui broker internasional seperti melalui platform investasi yang menyediakan akses ke pasar global.

Kapan Waktu yang Tepat Investasi ETF?

Tidak ada waktu "sempurna" untuk mulai investasi ETF. Tapi ada beberapa kondisi yang membuat ETF menjadi pilihan yang tepat:

  • Anda ingin mulai investasi tapi tidak tahu harus beli saham apa

  • Anda punya dana terbatas dan ingin diversifikasi dengan modal kecil

  • Anda ingin investasi jangka panjang tanpa harus memantau portofolio setiap hari

  • Anda sudah punya tabungan darurat minimal 3-6 bulan pengeluaran

  • Anda ingin biaya investasi serendah mungkin

Tanya Jawab Seputar ETF

Apa yang dimaksud dengan ETF?

ETF (Exchange Traded Fund) adalah reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek seperti saham biasa. ETF berisi kumpulan aset seperti saham, obligasi, atau komoditas, sehingga investor mendapatkan diversifikasi otomatis dalam satu produk.

Apakah Indonesia memiliki ETF?

Ya, Indonesia memiliki beberapa ETF yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Contohnya R-LQ45X (ETF LQ45), XIJI (ETF IDX30), dan XISR (ETF Syariah). ETF pertama di Indonesia diluncurkan pada Desember 2007.

Apa bedanya ETF dan reksadana?

Perbedaan utama: ETF diperdagangkan real-time di bursa seperti saham (harga bergerak sepanjang hari), sedangkan reksadana hanya bisa dibeli/dijual berdasarkan NAB di akhir hari. ETF juga umumnya memiliki biaya pengelolaan yang lebih rendah (0,15%-0,5%) dibandingkan reksadana aktif (0,5%-3%).

Bagaimana cara beli ETF di Indonesia?

Untuk membeli ETF, Anda perlu membuka akun di broker saham yang terdaftar di OJK dan BEI (seperti Stockbit, Ajaib, atau IPOT). Setelah itu, deposit dana, cari kode ETF yang diinginkan (contoh: R-LQ45X), dan beli minimal 1 lot (100 unit). Modal awal bisa mulai dari sekitar Rp50.000.

Berapa minimal pembelian ETF?

Minimal pembelian ETF adalah 1 lot (100 unit). Harga 1 unit ETF di Indonesia berkisar Rp300 sampai Rp1.500, sehingga modal awal untuk membeli 1 lot bisa mulai dari sekitar Rp50.000.

Apakah ETF membagikan dividen?

Tergantung jenis ETF-nya. Beberapa ETF membagikan dividen secara berkala kepada pemegang unit, sedangkan ETF lainnya menginvestasikan kembali (reinvest) dividen yang diterima ke dalam portofolio. Cek kebijakan distribusi masing-masing ETF sebelum membeli.

Komentar

Hanya pengguna terdaftar yang dapat meninggalkan komentar.

Apakah Anda Stres Soal Uang?

Yuk, berlangganan Financer Stacks panduan keuangan mingguan yang membantu Anda menguasai dasar-dasar keuangan, meningkatkan pendapatan tambahan, dan menciptakan kehidupan di mana uang bekerja untuk Anda. Gratis!

Dengan mengirimkan formulir ini, Anda setuju untuk menerima email dari Financer dan menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat Ketentuan.