Rasulullah menganjurkan umat Muslim untuk menerapkan rumus 1-1-1 ini dalam kehidupan sehari-hari, karena selain membantu menjaga kestabilan keuangan, juga mendukung kebiasaan berbagi dan berinvestasi.
3. Menyisihkan Uang Untuk Modal Usaha
Setiap bulan sebaiknya Anda menyisihkan penghasilan atau gaji menjadi modal usaha, membeli aset, atau investasi.
Berdasarkan hadist Nu'aim bin 'Abdirrahman menyatakan bahwa "sembilan dari sepuluh pintu rejeki ada dalam perdagangan". Jadi, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk mencari nafkah dengan menjalankan bisnis.
Islam juga menganjurkan untuk menyisihkan uang untuk menambah modal usaha atau dijadikan sebagai investasi. Jangan sampai hasil keuntungan usahanya digunakan untuk keperluan konsumtif.
Menurut Robert T.Kiyosaki, yang membedakan orang-orang kaya dengan orang kelas menengah dan orang miskin adalah orang kaya membeli aset.
Sedangkan orang-orang kelas menengah dan miskin menghabiskan uangnya untuk kebutuhan konsumtif.
Terkadang orang-orang kelas menengah menganggap bahwa mereka telah membeli aset padahal mereka membeli liabilitas (barang konsumtif).
Liabilitas merupakan barang yang mendatangkan pengeluaran sedangkan aset merupakan barang atau modal dapat menghasilkan keuntungan.
Contohnya, Anda mengajukan pinjaman untuk membeli mobil agar dapat dipamer dan menjaga gengsi. Pada akhirnya terbebani utang, biaya perawatan, dan biaya lainnya. Hal ini termasuk liabilitas.
Sedangkan aset, contohnya Anda membeli mobil yang digunakan untuk usaha barang logistik atau jualan. Hasil keuntungan dari mobil yang dimanfaatkan untuk usaha ini jumlahnya lebih besar dari cicilan.
4. Menabung
Bagi banyak orang menabung sebagian dari penghasilan mungkin agak sulit.
Kerap kali orang-orang merasa penghasilannya berkurang karena harus menyisihkan uang untuk ditabung.
Namun, selama beratus-ratus tahun, menabung telah membantu banyak kehidupan manusia untuk menyiapkan kehidupan yang lebih baik di masa depan.
Seperti dalam hadits H.R Bukhari bahwa "Simpanlah sebagian dari harta kalian untuk kebaikan masa depan kalian, karena itu jauh lebih baik."
Umumnya, manfaat dari tabungan mulai dapat dirasakan ketika uang yang ditabung telah terkumpul banyak. Dengan memiliki tabungan, Anda memiliki cadangan uang yang dapat digunakan kapan saja.
Jadi cara menabung menurut islam adalah dengan menyisihkan uang sedikit demi sedikit mulai dari sekarang.
Misalnya, Anda menyisihkan Rp200.000 per bulan, maka dalam setahun uang Anda akan terkumpul sebanyak Rp2.400.000. Jumlah ini tentunya akan bertambah seiring waktu.
5. Memiliki Dana Darurat
Setiap orang tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, termasuk musibah atau bencana yang bisa menimpa.
Karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk selalu berusaha dan bersiap menghadapi kemungkinan yang buruk, salah satunya dengan memiliki dana darurat.
Seperti halnya tabungan, dana darurat juga penting dimiliki oleh setiap Muslim. Di Financer, Anda dapat memilih rekening tabungan yang tepat untuk menyimpan dana darurat Anda.
6. Zakat, Infaq, dan Sedekah
Salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim adalah mengeluarkan zakat, yang berfungsi untuk menyucikan harta dan jiwa.
Zakat wajib dikeluarkan sebesar 2,5% dari rezeki yang diperoleh, karena ada hak fakir miskin di dalamnya. Selain zakat, infaq dan sedekah juga sangat dianjurkan meskipun hukumnya sunnah.
Per tahun 2026, BAZNAS RI menetapkan nisab zakat penghasilan sebesar Rp7.640.144 per bulan (setara 85 gram emas). Artinya, jika penghasilan bulanan Anda melebihi jumlah tersebut, Anda wajib menunaikan zakat sebesar 2,5% dari penghasilan.
Dengan menunaikan zakat, infaq, dan sedekah, Anda akan membantu orang-orang yang membutuhkan, terutama mereka yang kurang mampu.
Oleh karena itu, pastikan untuk menyisihkan sebagian penghasilan setiap bulan untuk zakat, infaq, dan sedekah.