Artikel
Bunga Pinjaman Bank: Jenis, Cara Hitung & SBDK Terbaru 2026
Panduan lengkap tentang bunga pinjaman bank di Indonesia. Bandingkan suku bunga dasar kredit dari bank-bank besar dan temukan pinjaman terbaik.
Kami mematuhi
9 menit membaca | Pinjaman
Mau pinjam uang dari bank tapi bingung soal bunga? Kamu tidak sendirian. Bunga pinjaman bank adalah hal pertama yang harus dipahami sebelum menandatangani perjanjian kredit.
Bunga ini menentukan total uang yang harus kamu bayar kembali. Salah pilih jenis bunga, dan kamu bisa membayar jutaan rupiah lebih mahal dari yang seharusnya.
Di artikel ini, kita bahas tuntas apa itu bunga pinjaman bank, 5 jenisnya, cara menghitungnya, dan daftar Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) terbaru dari bank-bank besar di Indonesia.
Apa Itu Bunga Pinjaman Bank?
Bunga pinjaman bank adalah biaya yang dibebankan oleh bank kepada peminjam sebagai imbalan atas penggunaan dana yang dipinjam. Sederhananya, ini adalah "harga sewa" uang.
Bunga dihitung sebagai persentase dari jumlah pinjaman dan dibayar bersamaan dengan cicilan pokok setiap bulannya. Besarannya dipengaruhi oleh suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), jenis pinjaman, tenor, dan profil risiko peminjam.
Per Januari 2026, BI Rate berada di level 4,75%. Angka ini menjadi acuan bagi semua bank komersial dalam menentukan suku bunga kredit mereka.
5 Jenis Bunga Pinjaman Bank
Ada 5 jenis bunga pinjaman bank yang umum digunakan di Indonesia. Masing-masing punya cara perhitungan dan karakteristik yang berbeda.
1. Bunga Tetap (Fixed Rate)
Kelebihan
Cicilan tetap setiap bulan, mudah direncanakan
Tidak terpengaruh fluktuasi suku bunga pasar
Cocok untuk kamu yang ingin kepastian anggaran
Kekurangan
Jika suku bunga pasar turun, kamu tetap bayar bunga tinggi
Biasanya hanya berlaku untuk periode tertentu, lalu berubah ke floating
2. Bunga Mengambang (Floating Rate)
Bunga mengambang mengikuti pergerakan suku bunga pasar. Jika BI Rate turun, bunga pinjaman kamu juga ikut turun, dan sebaliknya.
Bank biasanya menerapkan floating rate setelah periode bunga tetap berakhir. Misalnya, KPR dengan bunga tetap 3 tahun pertama, lalu floating mulai tahun ke-4.
Kelebihan
Bisa lebih murah saat suku bunga pasar turun
Lebih adil karena mengikuti kondisi ekonomi terkini
Kekurangan
Cicilan bisa naik tiba-tiba saat suku bunga pasar naik
Sulit diprediksi untuk perencanaan keuangan jangka panjang
Butuh uang tambahan?
Temukan pinjaman online terbaik hanya dalam beberapa menit lewat perbandingan kami.
Bandingkan semua pinjaman sekarang
3. Bunga Flat
Bunga flat dihitung dari total pokok pinjaman awal, bukan dari sisa utang. Artinya, bunga per bulan selalu sama karena dihitung berdasarkan jumlah pinjaman di awal.
Jenis ini sering dipakai untuk pinjaman konsumtif seperti KTA dan kredit kendaraan bermotor.
Kelebihan
Angsuran tetap setiap bulan, sangat mudah dihitung
Cocok untuk pinjaman jangka pendek
Kekurangan
Total bunga yang dibayar lebih besar dibanding bunga efektif
Bunga tetap dihitung dari pokok awal meskipun sisa utang sudah berkurang
4. Bunga Efektif (Effective Rate)
Bunga efektif dihitung berdasarkan sisa pokok pinjaman yang belum dibayar. Semakin banyak cicilan yang sudah kamu bayar, semakin kecil bunga yang dikenakan.
Metode ini dianggap paling adil bagi peminjam karena mencerminkan biaya pinjaman yang sesungguhnya. OJK mewajibkan bank untuk menyampaikan suku bunga efektif kepada nasabah.
Kelebihan
Total bunga yang dibayar lebih kecil dibanding bunga flat
Lebih mencerminkan biaya pinjaman yang sebenarnya
Bunga menurun seiring berkurangnya sisa utang
Kekurangan
Angsuran di awal lebih besar karena proporsi bunga masih tinggi
Perhitungan lebih rumit dibanding bunga flat
5. Bunga Anuitas
Bunga anuitas adalah modifikasi dari bunga efektif. Tujuannya agar total cicilan bulanan (pokok + bunga) tetap sama setiap bulan, meskipun komposisi pokok dan bunga berubah.
Di awal masa pinjaman, proporsi bunga lebih besar dan pokok lebih kecil. Seiring waktu, proporsi ini berbalik. Metode ini paling banyak digunakan oleh bank di Indonesia untuk KPR dan KTA.
Kelebihan
Cicilan bulanan tetap, mudah dianggarkan
Lebih murah dari bunga flat karena dihitung dari sisa pokok
Metode paling umum dipakai oleh bank-bank besar di Indonesia
Kekurangan
Di awal, sebagian besar cicilan masuk ke bunga, bukan pokok
Pelunasan dipercepat di awal masa pinjaman kurang menguntungkan
Tips Memilih Jenis Bunga
Untuk pinjaman jangka pendek (1-3 tahun), bunga flat atau tetap biasanya sudah cukup. Untuk pinjaman jangka panjang seperti KPR, pilih bunga anuitas atau efektif karena total bunga yang dibayar akan jauh lebih rendah.
Cara Menghitung Bunga Pinjaman Bank
Memahami cara menghitung bunga pinjaman membantu kamu membandingkan penawaran dari berbagai bank. Berikut rumus dan contoh perhitungan untuk 3 metode yang paling umum.
Rumus Bunga Flat
Bunga per bulan = (Pokok Pinjaman x Suku Bunga x Tenor) / (Jumlah Bulan x 12)
Contoh: Kamu meminjam Rp60.000.000 dengan bunga flat 10% per tahun selama 3 tahun (36 bulan).
- Total bunga = Rp60.000.000 x 10% x 3 = Rp18.000.000
- Bunga per bulan = Rp18.000.000 / 36 = Rp500.000
- Angsuran pokok per bulan = Rp60.000.000 / 36 = Rp1.666.667
- Total cicilan per bulan = Rp2.166.667
- Total pembayaran = Rp78.000.000
Rumus Bunga Efektif
Bunga per bulan = Sisa Pokok Pinjaman x (Suku Bunga / 12)
Contoh: Pinjaman Rp60.000.000 dengan bunga efektif 10% per tahun selama 36 bulan.
- Bulan ke-1: Bunga = Rp60.000.000 x (10%/12) = Rp500.000
- Bulan ke-2: Bunga = Rp58.333.333 x (10%/12) = Rp486.111
- Bulan ke-3: Bunga = Rp56.666.667 x (10%/12) = Rp472.222
Bunga menurun setiap bulan karena dihitung dari sisa pokok yang terus berkurang.
Rumus Bunga Anuitas
Cicilan per bulan = [P x r x (1+r)^n] / [(1+r)^n - 1]
Dimana P = pokok pinjaman, r = suku bunga per bulan, n = jumlah bulan.
Contoh: Pinjaman Rp60.000.000 dengan bunga anuitas 10% per tahun selama 36 bulan.
- r = 10% / 12 = 0,833% per bulan
- Cicilan tetap per bulan = Rp1.935.261
- Bulan ke-1: Bunga Rp500.000 + Pokok Rp1.435.261
- Bulan ke-36: Bunga Rp16.003 + Pokok Rp1.919.258
Cicilan bulanan tetap sama, tapi komposisi bunga dan pokok berubah setiap bulan.
Perbandingan Total Biaya
Dari contoh pinjaman Rp60 juta di atas:
- Bunga flat: Total bunga Rp18.000.000
- Bunga anuitas: Total bunga Rp9.669.396
- Bunga efektif: Total bunga sekitar Rp9.250.000
Selisihnya hampir 2x lipat! Maka dari itu, pastikan kamu tahu jenis bunga yang diterapkan sebelum mengambil pinjaman.
Faktor yang Mempengaruhi Bunga Pinjaman Bank
Besaran bunga pinjaman yang kamu dapatkan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama:
Suku bunga acuan BI Rate - Per Januari 2026, BI Rate berada di 4,75%. Saat BI Rate turun, bunga pinjaman bank umumnya ikut turun.
Tenor pinjaman - Semakin panjang tenor, semakin tinggi bunga karena risiko bagi bank bertambah.
Profil risiko peminjam - Penghasilan stabil, riwayat SLIK OJK bersih, dan ada agunan bisa menurunkan bunga yang ditawarkan.
Persaingan antar bank - Bank bersaing menawarkan bunga rendah untuk menarik nasabah. Manfaatkan ini dengan membandingkan penawaran dari beberapa bank.
Biaya dana bank - Jika biaya pengumpulan dana (dari deposito, tabungan) naik, bunga kredit ikut naik.
Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) Bank Terbaru 2026
Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) adalah suku bunga terendah yang menjadi acuan bank dalam memberikan kredit. SBDK dihitung dari 3 komponen: Harga Pokok Dana untuk Kredit (HPDK), Biaya Overhead, dan Margin Keuntungan.
SBDK belum termasuk premi risiko individual, jadi bunga akhir yang kamu terima bisa lebih tinggi tergantung profil kreditmu.
Berikut daftar SBDK dari bank-bank besar di Indonesia per awal 2026:
| Bank | Korporasi | Ritel | KPR | Non-KPR |
|---|---|---|---|---|
| Bank BCA | 7,90% | 8,10% | 7,20% | 5,96% |
| Bank Mandiri | 8,00% | 8,25% | 7,30% | 8,75% |
| Bank BRI | 8,05% | 8,30% | 7,25% | 8,75% |
| Bank BNI | 8,00% | 8,25% | 7,30% | 8,80% |
| Bank BTN | 8,10% | 8,35% | 7,40% | 8,90% |
| CIMB Niaga | 8,15% | 8,40% | 7,50% | 9,00% |
| Bank Danamon | 9,00% | 9,25% | 8,50% | 9,50% |
| OCBC NISP | 9,00% | 9,25% | 8,80% | 9,80% |
Catatan Penting
SBDK adalah suku bunga dasar dan belum termasuk premi risiko. Bunga akhir yang kamu dapatkan bisa 1-5% lebih tinggi dari SBDK, tergantung jenis pinjaman dan profil kreditmu. Selalu minta simulasi cicilan sebelum memutuskan.
Kelebihan dan Kekurangan Pinjaman Bank
Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan kamu memahami plus-minusnya agar keputusan yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansialmu.
Kelebihan
Dana besar tersedia, mulai dari jutaan hingga miliaran rupiah
Beragam jenis pinjaman: KPR, KTA, KKB, KUR, hingga pinjaman modal usaha
Bunga lebih rendah dibanding lembaga pembiayaan non-bank dan fintech
Tenor fleksibel dari 1 tahun hingga 30 tahun (untuk KPR)
Diawasi oleh OJK sehingga lebih terjamin keamanannya
Kekurangan
Persyaratan ketat: butuh slip gaji, SLIK bersih, dan kadang agunan
Proses pengajuan bisa memakan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu
Ada biaya tambahan: administrasi, provisi, asuransi kredit, dan notaris
Aset agunan bisa disita jika gagal bayar
Total bunga pinjaman tenor panjang bisa sangat besar
Tips Mendapatkan Bunga Pinjaman Bank Terendah
Ingin bunga serendah mungkin? Berikut strategi yang bisa kamu terapkan:
Bandingkan penawaran dari minimal 3 bank
Setiap bank punya kebijakan bunga yang berbeda. Gunakan perbandingan pinjaman online untuk melihat penawaran terkini dari berbagai bank dan fintech.
Jaga skor kredit tetap baik
Cek status SLIK OJK kamu secara berkala. Riwayat kredit bersih tanpa tunggakan akan membuatmu mendapat penawaran bunga lebih rendah.
Siapkan agunan jika memungkinkan
Pinjaman dengan jaminan (seperti KPR atau kredit multiguna) punya bunga jauh lebih rendah dibanding pinjaman tanpa agunan (KTA). Selisihnya bisa 5-10%.
Pilih tenor yang tepat
Tenor pendek berarti cicilan besar tapi total bunga kecil. Tenor panjang berarti cicilan ringan tapi total bunga membengkak. Cari keseimbangan yang sesuai kemampuanmu.
Negosiasi dengan bank
Untuk pinjaman besar (di atas Rp500 juta), kamu bisa mencoba negosiasi bunga, terutama jika kamu sudah menjadi nasabah lama atau memiliki penghasilan stabil.
Pertanyaan Umum tentang Bunga Pinjaman Bank
Berapa bunga pinjaman bank saat ini?
Bunga pinjaman bank di Indonesia bervariasi tergantung jenis kredit. Per awal 2026, SBDK untuk KPR berkisar 7,20-8,80%, kredit korporasi 7,90-9,00%, dan ritel 8,10-9,25%. Bunga akhir yang didapat nasabah biasanya 1-5% lebih tinggi dari SBDK karena ada premi risiko.
Bagaimana cara menghitung bunga pinjaman bank?
Ada 3 metode utama: bunga flat (dihitung dari pokok awal), bunga efektif (dihitung dari sisa pokok), dan bunga anuitas (cicilan tetap dengan komposisi berubah). Untuk pinjaman Rp60 juta dengan bunga 10% selama 3 tahun, total bunga flat sekitar Rp18 juta, sedangkan bunga anuitas hanya sekitar Rp9,6 juta.
Apa perbedaan bunga flat dan bunga efektif?
Bunga flat dihitung dari total pokok pinjaman awal sehingga cicilan tetap sama setiap bulan. Bunga efektif dihitung dari sisa pokok yang belum dibayar sehingga bunga menurun setiap bulan. Total bunga efektif selalu lebih murah dibanding bunga flat untuk jumlah pinjaman dan tenor yang sama.
Berapa persen bunga pinjaman bank BRI?
SBDK Bank BRI per awal 2026: korporasi 8,05%, ritel 8,30%, KPR 7,25%, dan non-KPR 8,75%. Untuk KUR BRI, bunga bisa lebih rendah sekitar 6-8% efektif karena mendapat subsidi pemerintah.
Apakah bunga pinjaman bank bisa dinegosiasi?
Ya, dalam beberapa kasus. Untuk pinjaman besar (di atas Rp500 juta), nasabah lama dengan riwayat kredit baik, atau jika kamu menyediakan agunan bernilai tinggi, bank biasanya bersedia memberikan bunga lebih rendah dari penawaran standar.
Bagaimana memilih pinjaman dengan bunga terbaik?
Bandingkan SBDK dari minimal 3 bank, perhatikan jenis bunga yang diterapkan (flat, efektif, atau anuitas), hitung total biaya pinjaman termasuk biaya administrasi dan provisi, dan pastikan kamu meminta simulasi cicilan lengkap sebelum menandatangani perjanjian kredit.
Apa itu Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK)?
SBDK adalah suku bunga terendah yang menjadi acuan bank dalam memberikan kredit. Dihitung dari 3 komponen: Harga Pokok Dana untuk Kredit (HPDK), Biaya Overhead, dan Margin Keuntungan. SBDK dipublikasikan oleh OJK dan wajib ditampilkan oleh setiap bank. Bunga akhir nasabah biasanya lebih tinggi dari SBDK karena ada tambahan premi risiko.

Komentar
Hanya pengguna terdaftar yang dapat meninggalkan komentar.