Artikel

10 Pengusaha Sukses di Indonesia 2026

Profil dan kisah inspiratif 10 pengusaha muda sukses di Indonesia yang membangun bisnis dari nol hingga mencapai kesuksesan besar.

Ditulis oleh Mentari Rahman

- 17 Mar 2026

Kami mematuhi

10 menit membaca | Keuangan Pribadi

Indonesia punya segudang pengusaha sukses yang memulai bisnisnya dari nol. Mereka bergerak di berbagai bidang, mulai dari teknologi, kuliner, kosmetik, hingga layanan sosial.

Banyak di antara mereka yang bisnisnya kini bernilai miliaran dolar dan menyandang status unicorn. Yang lebih menarik, beberapa pengusaha di daftar ini memulai perjalanan bisnisnya saat masih kuliah atau bahkan gagal di usaha pertamanya.

Siapa saja pengusaha sukses di Indonesia yang paling menginspirasi? Di artikel ini, kami merangkum biografi dan kisah sukses 10 pengusaha muda di Indonesia yang berhasil membangun bisnis dari nol. Daftar disusun berdasarkan urutan abjad.

1. Achmad Zaky

Achmad Zaky adalah pendiri Bukalapak, salah satu marketplace paling dikenal di Indonesia.

Zaky memulai perjalanan kewirausahaannya sejak bangku kuliah di ITB. Ia pernah mengerjakan software perhitungan cepat pemilu untuk stasiun TV dan membuka usaha mie ayam dari uang hasil menang lomba. Sayangnya, usaha mie ayamnya bangkrut.

Setelah lulus, Zaky mendirikan perusahaan konsultasi Suitmedia. Lalu pada tahun 2010, ia mendirikan Bukalapak bersama dua temannya. Platform ini tumbuh menjadi salah satu marketplace terbesar di Indonesia dan berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Zaky mundur dari posisi CEO Bukalapak pada Januari 2020. Pada awal 2025, Bukalapak mengumumkan penutupan layanan penjualan produk fisik dan kini hanya fokus pada produk virtual seperti pulsa, token listrik, dan asuransi.

Meskipun sudah tidak di Bukalapak, Zaky tetap aktif di ekosistem startup melalui venture capital Init-6 yang sudah mendanai lebih dari 35 startup.

Instagram: @achmadzaky

2. Alamanda Shantika

Alamanda Shantika adalah CEO dan pendiri Binar Academy, platform pendidikan coding dan digital skills.

Alamanda sudah mengenal dunia coding sejak umur 14 tahun. Sebelum mendirikan Binar Academy, ia pernah menjabat sebagai Vice President of Product di Gojek, Head Product Development Engineering di Kartuku, dan Product Design and Engineering Lead di Berrybenka.

Pengalamannya bertahun-tahun di berbagai startup digital mendorong Alamanda mendirikan Binar Academy pada 2017. Tujuannya sederhana: menyediakan talenta digital berkualitas untuk industri teknologi Indonesia.

Binar Academy kini memiliki kampus di Yogyakarta dan BSD City, Serpong. Platform ini melayani lulusan SMA, mahasiswa, hingga career shifter yang ingin beralih ke karier digital. Alamanda juga menjabat sebagai Komisaris Independen di Blue Bird.

Instagram: @alamandas

3. Edward Tirtanata

Edward Tirtanata adalah CEO dan Co-Founder Kopi Kenangan, brand kopi kekinian yang kini mendunia.

Lulusan Northeastern University ini awalnya justru membuka gerai teh premium bernama Lewis & Carroll Tea bersama rekannya James Prananto. Harga tehnya dibanderol Rp40.000 sampai Rp60.000. Hasilnya? Gagal.

Dari kegagalan itu, Edward belajar bahwa pasar Indonesia butuh produk berkualitas dengan harga terjangkau. Ia pun mendirikan Kopi Kenangan yang menyasar segmen menengah.

Hasilnya luar biasa. Hingga akhir 2025, Kopi Kenangan mengoperasikan lebih dari 1.300 gerai. Bukan hanya di Indonesia, tapi sudah berekspansi ke Malaysia, Singapura, Filipina, India, dan Australia. Pada 2025, perusahaan mencatat laba Rp285 miliar dan tengah menuju IPO.

Kopi Kenangan menjadi unicorn pertama dari sektor makanan dan minuman di Asia Tenggara dengan valuasi di atas $1 miliar.

Instagram: @etirtanata

4. Felicya Angelista

Felicya Angelista adalah aktris sekaligus pengusaha yang membangun Scarlett Whitening menjadi salah satu brand kecantikan lokal terbesar di Indonesia.

Karier bisnisnya dimulai pada 2017 dengan meluncurkan Feli Skin, brand masker wajah. Saat produknya mulai diminati, Felicya mengembangkannya menjadi Scarlett Whitening dengan rangkaian produk yang lebih lengkap.

Produk andalannya seperti Scarlett Body Lotion, Scarlett Serum, dan Shower Scrub menjadi bestseller di berbagai platform e-commerce. Dalam dua minggu pertama peluncuran, penjualannya sudah menembus Rp7 miliar.

Scarlett Whitening kini sudah berekspansi ke pasar internasional, termasuk Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan, Hong Kong, dan Korea Selatan. Felicya juga berhasil menggandeng artis Korea Song Joong-ki sebagai brand ambassador.

Instagram: @felicyangelista_

Butuh uang tambahan?

Temukan pinjaman online terbaik hanya dalam beberapa menit lewat perbandingan kami.

Bandingkan semua pinjaman sekarang
About hero image

5. Ferry Unardi

Ferry Unardi adalah Co-Founder dan Chairman Traveloka, platform perjalanan dan gaya hidup terbesar di Asia Tenggara.

Ferry berkuliah di Harvard University dengan beasiswa. Selama kuliah, ia menjalankan bisnis kecil jual beli tiket pesawat di Amerika Serikat. Setelah lulus, ia bekerja sebagai Software Engineer di Microsoft.

Pengalaman di Microsoft dan bisnis tiket pesawat yang mendorongnya mendirikan Traveloka pada 2012. Platform ini berkembang pesat dari sekadar pemesanan tiket pesawat menjadi super app yang menyediakan hotel, atraksi, restoran, hingga layanan keuangan.

Traveloka meraih status unicorn pada 2017 dengan valuasi yang kini mencapai sekitar $2,75 miliar. Pada 2023, Ferry beralih dari posisi CEO menjadi Chairman of the Board untuk fokus pada strategi jangka panjang.

LinkedIn: @ferry-unardi-1306344a

6. Jehian Panangian Sijabat

Jehian Panangian Sijabat, atau akrab disapa Bang Ian, adalah CEO dan Founder Mantappu Corp. Ia juga saudara kandung Youtuber terkenal Jerome Polin.

Mantappu Corp adalah perusahaan talent management yang mengelola YouTuber dan influencer ternama di Indonesia dan mancanegara. Sebelum merintis Mantappu Corp, Ian bekerja sebagai project lead di MyTV milik Mayapada Group.

Pada 2021, Ian bersama Jerome meluncurkan bisnis franchise minuman teh bernama Menantea. Bisnis ini sempat berkembang pesat hingga memiliki lebih dari 140 outlet di 16 provinsi.

Namun, Menantea juga menghadapi tantangan bisnis franchise yang tidak mudah. Beberapa mitra mengalami penurunan penjualan dan ada masalah transparansi keuangan dengan salah satu mitra pengelola. Pengalaman ini menjadi pelajaran bisnis yang berharga bagi Ian dan Jerome.

Instagram: @jehianps

7. Muhammad Alfatih Timur

Muhammad Alfatih Timur, biasa dipanggil Timmy, adalah Co-Founder dan President Kitabisa.com. Platform crowdfunding ini menjadi yang terbesar di Indonesia untuk penggalangan dana sosial dan kemanusiaan.

Lahir di Bukittinggi pada 1991, Alfatih adalah lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Sebelum mendirikan Kitabisa, ia bekerja sebagai asisten CEO di Rumah Perubahan milik Rhenald Kasali.

Kitabisa.com didirikan pada 2013 dan kini memproses 1,5 juta transaksi donasi per bulan dengan lebih dari 100.000 kampanye penggalangan dana. Platform ini membantu berbagai kebutuhan, mulai dari biaya pengobatan, beasiswa pendidikan, hingga pembangunan fasilitas umum.

Meskipun lulusan universitas dalam negeri, Alfatih berhasil meraih berbagai penghargaan internasional berkat dampak sosial Kitabisa.com.

Instagram: @alfatihtimur

8. Shinta Nurfauzia

Shinta Nurfauzia adalah Co-CEO dan pendiri Lemonilo, startup produk makanan sehat yang kini berekspansi ke pasar global.

Meskipun lulusan hukum Harvard, Shinta justru terjun ke dunia bisnis makanan. Pada 2015, bersama dua temannya, ia mendirikan startup kesehatan Konsula yang kemudian berevolusi menjadi Lemonilo.

Lemonilo dimulai dari mie instan sehat. Seiring waktu, produknya berkembang ke bahan makanan, minuman, dan produk perawatan kulit. Semua produk dijual di platform digital sendiri dan tersedia di lebih dari 100.000 titik penjualan di seluruh Indonesia.

Pada 2024, Lemonilo mulai ekspansi ke pasar internasional, termasuk Amerika Serikat (masuk ke Costco), Qatar, dan Malaysia. Total pendanaan yang berhasil dikumpulkan mencapai US\$72 juta. Shinta juga terpilih sebagai finalis EY Entrepreneur of the Year 2025.

Instagram: @snurfauzia

9. Tirta Mandira Hudhi

Tirta Mandira Hudhi, atau yang akrab disapa dr. Tirta, adalah dokter sekaligus pengusaha yang terkenal lewat bisnis jasa pencucian sepatu Shoes&Care.

Kisah bisnisnya dimulai saat kuliah kedokteran di UGM. Ia sering membersihkan sepatu-sepatu dagangannya, lalu melihat peluang untuk membuka jasa pencucian sepatu profesional.

Dari modal usaha awal hanya Rp400.000, dr. Tirta membangun Shoes&Care hingga kini memiliki sekitar 70 cabang di 20 kota di Indonesia. Uniknya, 50% karyawan Shoes&Care adalah anak jalanan, pengangguran, dan putus sekolah yang diberi kesempatan bekerja.

Selain Shoes&Care, dr. Tirta juga mengelola Communion Management (distributor sepatu), Solevacation (event sepatu), dan aktif sebagai content creator serta brand ambassador.

Instagram: @dr.tirta

10. William Tanuwijaya

William Tanuwijaya adalah co-founder Tokopedia, marketplace yang mengubah cara orang Indonesia berbelanja online.

Sebelum memulai bisnisnya, William bekerja sebagai penjaga warnet demi bisa membayar kuliah di Jakarta. Kecintaannya pada dunia internet inilah yang membawanya mendirikan Tokopedia pada 2009.

Tokopedia tumbuh menjadi salah satu e-commerce terbesar di Indonesia. Pada 2021, Tokopedia dan Gojek bergabung membentuk GoTo Group, menciptakan ekosistem digital dengan lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan.

Perkembangan selanjutnya terjadi pada akhir 2023, ketika TikTok (ByteDance) mengakuisisi 75% saham Tokopedia. William sendiri mundur dari GoTo pada Juni 2024. Meskipun sudah tidak lagi memimpin, kontribusinya dalam membangun ekosistem e-commerce Indonesia tidak bisa dipungkiri.

Instagram: @liamtanu

Mengapa Pengusaha Ini Layak Dijadikan Inspirasi?

Kesepuluh tokoh pengusaha sukses di Indonesia ini punya satu kesamaan: mereka semua memulai dari nol. Tidak ada jalan pintas. Yang ada hanya tekad kuat, keberanian mengambil risiko, dan kemampuan bangkit dari kegagalan.

Beberapa poin penting yang bisa dipelajari dari kisah mereka:

  • Gagal itu wajar. Edward Tirtanata gagal di bisnis teh sebelum sukses dengan Kopi Kenangan. Achmad Zaky gagal di usaha mie ayam sebelum membangun Bukalapak.
  • Mulai dari yang kecil. Dr. Tirta memulai dengan modal Rp400.000. William Tanuwijaya bekerja sebagai penjaga warnet.
  • Manfaatkan teknologi. Hampir semua pengusaha di daftar ini memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
  • Berani pivot. Shinta Nurfauzia mengubah Konsula menjadi Lemonilo. Zaky beralih dari bisnis kuliner ke e-commerce.

Mulai Perjalanan Keuangan Anda

Mau membangun fondasi keuangan yang kuat? Langkah pertama adalah mengelola keuangan dengan bijak.

Bandingkan berbagai produk keuangan terbaik di Indonesia melalui Financer:

Baca Juga

Komentar

Hanya pengguna terdaftar yang dapat meninggalkan komentar.

Apakah Anda Stres Soal Uang?

Yuk, berlangganan Financer Stacks panduan keuangan mingguan yang membantu Anda menguasai dasar-dasar keuangan, meningkatkan pendapatan tambahan, dan menciptakan kehidupan di mana uang bekerja untuk Anda. Gratis!

Dengan mengirimkan formulir ini, Anda setuju untuk menerima email dari Financer dan menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat Ketentuan.