Artikel

10 Negara Terkaya di Dunia 2026, Peringkat dan Fakta Menarik

Daftar negara terkaya di dunia berdasarkan PDB per kapita dari IMF, lengkap dengan fakta menarik dan posisi Indonesia.

Ditulis oleh Mentari Rahman

- 13 Feb 2026

Kami mematuhi

9 menit membaca | Keuangan Pribadi

Negara apa yang paling kaya di dunia? Kebanyakan orang mungkin langsung menjawab Amerika Serikat atau Cina. Tapi kenyataannya, dua negara raksasa itu bukan yang terkaya kalau dihitung per penduduknya.

Kekayaan negara tidak diukur dari luas wilayah atau jumlah populasi. Ukuran yang lebih tepat adalah PDB per kapita, yaitu total nilai ekonomi negara dibagi jumlah penduduknya. Negara-negara kecil dengan populasi sedikit justru sering menempati peringkat teratas.

Artikel ini membahas daftar 10 negara terkaya di dunia 2026 berdasarkan data PDB per kapita (PPP) dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Apa Itu PDB per Kapita?

PDB (Produk Domestik Bruto) adalah total nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam setahun. Sedangkan PDB per kapita dihitung dengan membagi PDB dengan jumlah penduduk.

Dalam daftar ini, kami menggunakan PDB per kapita berdasarkan Paritas Daya Beli (PPP). Metode PPP memperhitungkan perbedaan harga barang dan jasa antar negara, sehingga perbandingannya lebih adil.

Contoh: Rp100.000 di Jakarta bisa membeli lebih banyak makanan dibanding $7 (setara) di New York. PPP menyesuaikan perbedaan daya beli seperti ini.

Perlu dicatat, PDB per kapita punya keterbatasan. Angkanya adalah rata-rata, bukan cerminan distribusi kekayaan. Negara dengan PDB per kapita tinggi seperti Qatar dan Amerika Serikat tetap punya kesenjangan besar antara penduduk kaya dan miskin.

Daftar 10 Negara Terkaya di Dunia 2026

Data berikut diambil dari laporan IMF World Economic Outlook. Peringkat ini menggunakan PDB per kapita PPP (Paritas Daya Beli) yang diperbarui setiap tahun.

Kami hanya memasukkan negara berdaulat yang menjadi anggota PBB. Wilayah semi-otonom seperti Makau (PDB per kapita $134.042) tidak termasuk dalam daftar ini meskipun secara angka bisa masuk peringkat atas.

Berikut urutan negara terkaya di dunia berdasarkan PDB per kapita:

10. Amerika Serikat

PDB per kapita (PPP): $89.105

Jumlah penduduk: 340 juta jiwa

Amerika Serikat adalah satu-satunya negara besar yang masuk 10 besar, baik dari total PDB maupun PDB per kapita. Total PDB-nya mencapai $31,8 triliun, menjadikannya ekonomi terbesar di dunia.

Kekuatan ekonomi AS berasal dari keragaman sektornya: teknologi, keuangan, manufaktur, pertanian, dan militer. Silicon Valley adalah pusat inovasi teknologi global, sementara Wall Street mengendalikan pasar keuangan dunia.

Meskipun PDB per kapitanya tinggi, kesenjangan pendapatan di AS termasuk yang terbesar di antara negara maju. Sekitar 37 juta penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.

9. Guyana

PDB per kapita (PPP): $94.258

Jumlah penduduk: 813.000 jiwa

Guyana adalah pendatang baru yang mengejutkan di daftar negara terkaya di dunia. Negara kecil di pesisir utara Amerika Selatan ini mengalami lonjakan ekonomi luar biasa setelah ditemukannya cadangan minyak besar oleh ExxonMobil pada 2015.

Sejak produksi minyak dimulai pada 2019, PDB Guyana tumbuh dua digit setiap tahun. Pada 2022, ekonominya bahkan tumbuh 62,3%, pertumbuhan tertinggi di dunia.

Tantangan utama Guyana adalah memastikan kekayaan minyak ini terdistribusi merata ke seluruh penduduknya. Pemerintah telah membentuk dana kekayaan negara (Natural Resource Fund) untuk mengelola pendapatan minyak.

Butuh uang tambahan?

Temukan pinjaman online terbaik hanya dalam beberapa menit lewat perbandingan kami.

Bandingkan semua pinjaman sekarang
About hero image

8. Brunei Darussalam

PDB per kapita (PPP): $95.758

Jumlah penduduk: 453.000 jiwa

Brunei adalah negara kecil di Pulau Kalimantan yang menjadi salah satu negara terkaya di Asia berkat cadangan minyak dan gas alamnya. Sektor minyak dan gas menyumbang lebih dari 60% PDB negara ini.

Sultan Brunei termasuk monarki terkaya di dunia. Penduduk Brunei menikmati fasilitas negara yang sangat baik: pendidikan gratis, layanan kesehatan gratis, dan tidak ada pajak penghasilan.

Tantangan Brunei ke depan adalah diversifikasi ekonomi. Pemerintah telah meluncurkan Wawasan Brunei 2035 untuk mengurangi ketergantungan pada minyak dan gas.

7. Swiss

PDB per kapita (PPP): $97.581

Jumlah penduduk: 8,9 juta jiwa

Swiss terletak di jantung Eropa dan dikenal sebagai salah satu negara paling stabil secara ekonomi dan politik. Sektor perbankan dan keuangan menjadi tulang punggung ekonominya, menjadikan Zurich dan Jenewa sebagai pusat keuangan global.

Selain perbankan, Swiss juga unggul di industri farmasi (Novartis, Roche), teknologi presisi (jam tangan, alat medis), dan pariwisata. Keempat bahasa resminya (Jerman, Prancis, Italia, dan Romansh) mencerminkan keragaman budaya yang kaya.

Swiss bukan anggota Uni Eropa, yang memungkinkannya menjaga kebijakan moneter independen. Franc Swiss dikenal sebagai salah satu mata uang paling stabil di dunia.

6. Norwegia

PDB per kapita (PPP): $107.892

Jumlah penduduk: 5,5 juta jiwa

Norwegia adalah negara Skandinavia yang kekayaannya berakar dari sumber daya alam, terutama minyak dan gas di Laut Utara. Tapi yang membedakan Norwegia adalah caranya mengelola kekayaan ini.

Pada 1990, pemerintah mendirikan Government Pension Fund Global, yang kini menjadi dana kekayaan negara terbesar di dunia dengan nilai lebih dari $1,7 triliun. Dana ini diinvestasikan secara global untuk memastikan generasi mendatang tetap sejahtera meski cadangan minyak habis.

Norwegia juga konsisten menempati peringkat teratas dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) PBB. Pendidikan gratis, layanan kesehatan universal, dan sistem jaminan sosial yang kuat menjadikan standar hidup di Norwegia sangat tinggi.

5. Qatar

PDB per kapita (PPP): $121.605

Jumlah penduduk: 2,9 juta jiwa

Qatar pernah menduduki puncak daftar negara terkaya di dunia selama bertahun-tahun. Kekayaannya berasal dari cadangan gas alam terbesar ketiga di dunia, yang dikelola oleh QatarEnergy.

Negara ini telah berhasil mengubah kekayaan fosil menjadi infrastruktur kelas dunia. Qatar berhasil menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022 dan terus mengembangkan sektor pariwisata dan penerbangan (Qatar Airways).

Seperti negara-negara Teluk Arab lainnya, penduduk Qatar tidak membayar pajak penghasilan. Namun, hanya sekitar 15% penduduknya adalah warga negara asli. Sisanya adalah pekerja asing yang berkontribusi besar pada PDB.

4. Irlandia

PDB per kapita (PPP): $134.000

Jumlah penduduk: 5,1 juta jiwa

Irlandia mungkin nama yang mengejutkan di peringkat atas. Sepanjang sejarah, negara ini dilanda kemiskinan dan emigrasi besar-besaran. Tapi sejak 1990-an, Irlandia mengalami transformasi ekonomi yang luar biasa.

Kunci sukses Irlandia adalah kebijakan pajak korporasi yang rendah (12,5%), menarik raksasa teknologi dan farmasi global. Apple, Google, Meta, Pfizer, dan Microsoft semuanya memiliki kantor pusat Eropa di Irlandia.

Perlu dicatat bahwa PDB Irlandia agak terdistorsi karena keuntungan perusahaan multinasional tercatat sebagai PDB Irlandia, padahal tidak sepenuhnya mencerminkan pendapatan warganya.

3. Luksemburg

PDB per kapita (PPP): $152.915

Jumlah penduduk: 672.000 jiwa

Luksemburg adalah negara kecil di Eropa Barat yang berbatasan dengan Belgia, Prancis, dan Jerman. Meskipun luasnya hanya 2.586 km persegi (lebih kecil dari Bali), negara ini konsisten menjadi salah satu yang terkaya di dunia.

Sektor keuangan adalah mesin utama ekonomi Luksemburg. Negara ini merupakan pusat pengelolaan dana investasi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat, dengan lebih dari 200 bank beroperasi di sana.

Faktor unik lainnya: sekitar 200.000 pekerja lintas batas dari Prancis, Belgia, dan Jerman masuk ke Luksemburg setiap hari untuk bekerja. Mereka berkontribusi pada PDB tapi tidak dihitung sebagai penduduk, yang membuat angka PDB per kapita terlihat lebih tinggi.

2. Singapura

PDB per kapita (PPP): $156.755

Jumlah penduduk: 6 juta jiwa

Singapura adalah tetangga Indonesia yang memiliki PDB per kapita tertinggi di dunia berdasarkan data PPP terbaru. Padahal, saat merdeka pada 1965, negara pulau kecil ini tidak punya sumber daya alam sama sekali.

Keberhasilan Singapura dibangun di atas tiga pilar: lokasi strategis sebagai pusat perdagangan Asia, kebijakan pro-bisnis, dan investasi besar dalam pendidikan. Saat ini, Singapura menjadi pusat keuangan, logistik, dan teknologi di Asia Tenggara.

Perpajakan yang kompetitif, sistem hukum yang transparan, dan infrastruktur kelas dunia menarik ribuan perusahaan multinasional. Lebih dari 7.000 perusahaan asing berkantor pusat di Singapura.

Singapura vs Luksemburg: Siapa Nomor 1?

Menariknya, posisi nomor 1 bergantung pada sumber data yang digunakan. Berdasarkan data IMF terbaru dengan metode PPP, Singapura berada di posisi teratas dengan PDB per kapita $156.755, menggeser Luksemburg yang lama mendominasi peringkat ini.

Namun, jika menggunakan PDB per kapita nominal (tanpa penyesuaian PPP), Luksemburg tetap di posisi pertama dengan sekitar $131.300, sementara Singapura berada di bawahnya.

Perbedaan ini karena biaya hidup di Singapura relatif lebih rendah dibanding Luksemburg. Jadi daya beli aktual penduduk Singapura lebih besar ketika disesuaikan.

Kedua negara ini membuktikan bahwa ukuran wilayah bukanlah penentu kekayaan. Yang lebih penting adalah kebijakan ekonomi, stabilitas politik, dan kemampuan menarik investasi global.

Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia memiliki PDB per kapita nominal sekitar $5.074 (data IMF 2025). Jika dihitung dengan PPP, angkanya naik menjadi sekitar $16.700, yang lebih mencerminkan daya beli masyarakat.

Dengan angka tersebut, Indonesia berada di peringkat sekitar 110-120 dunia untuk PDB per kapita. Jauh dari 10 besar, tapi ada konteks penting:

Secara total PDB, Indonesia justru termasuk 16 besar ekonomi terbesar di dunia (sekitar $1,4 triliun). Dengan PPP, Indonesia bahkan masuk 7 besar global, di atas Prancis dan Inggris.

Masalah utama Indonesia bukan ukuran ekonominya, tapi distribusi per penduduknya. Dengan populasi 280+ juta jiwa, kekayaan nasional harus dibagi ke lebih banyak orang dibanding negara-negara kecil seperti Luksemburg atau Singapura.

Kabar baiknya, ekonomi Indonesia tumbuh konsisten di atas 5% per tahun. Pertumbuhan kelas menengah, digitalisasi ekonomi, dan bonus demografi adalah modal besar untuk meningkatkan kesejahteraan ke depan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa negara terkaya di dunia saat ini?

Berdasarkan data IMF terbaru (PDB per kapita PPP), Singapura menempati posisi pertama sebagai negara terkaya di dunia dengan PDB per kapita $156.755, diikuti oleh Luksemburg ($152.915) dan Irlandia ($134.000).

Apa bedanya PDB dan PDB per kapita?

PDB (Produk Domestik Bruto) adalah total nilai ekonomi suatu negara. Sedangkan PDB per kapita adalah PDB dibagi jumlah penduduk. Negara dengan PDB besar seperti Cina belum tentu punya PDB per kapita tinggi karena populasinya sangat banyak.

Indonesia negara terkaya ke berapa di dunia?

Indonesia berada di peringkat sekitar 110-120 dunia untuk PDB per kapita nominal ($5.074). Namun, jika dihitung dari total PDB, Indonesia masuk 16 besar ekonomi terbesar dunia. Dengan metode PPP, Indonesia bahkan masuk 7 besar global.

Mengapa negara kecil sering lebih kaya dari negara besar?

Karena PDB per kapita dihitung dengan membagi total ekonomi dengan jumlah penduduk. Negara kecil seperti Luksemburg (672.000 penduduk) atau Singapura (6 juta) membagi kekayaannya ke lebih sedikit orang dibanding negara besar seperti Indonesia (280+ juta penduduk).

Apa itu PPP (Paritas Daya Beli)?

PPP (Purchasing Power Parity) adalah metode pengukuran yang memperhitungkan perbedaan harga antar negara. Dengan PPP, kita bisa membandingkan daya beli nyata penduduk di berbagai negara secara lebih adil, bukan hanya berdasarkan nilai tukar mata uang.

Komentar

Hanya pengguna terdaftar yang dapat meninggalkan komentar.

Apakah Anda Stres Soal Uang?

Yuk, berlangganan Financer Stacks panduan keuangan mingguan yang membantu Anda menguasai dasar-dasar keuangan, meningkatkan pendapatan tambahan, dan menciptakan kehidupan di mana uang bekerja untuk Anda. Gratis!

Dengan mengirimkan formulir ini, Anda setuju untuk menerima email dari Financer dan menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat Ketentuan.