Amortisasi bukan hanya hal yang berhubungan dengan bisnis atau akuntansi, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pengelolaan keuangan pribadi.
Berikut beberapa contoh penerapan amortisasi dalam kehidupan sehari-hari:
1. Cicilan Pinjaman Rumah (KPR)
Salah satu contoh paling umum adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Ketika Anda membeli rumah dengan pinjaman, Anda tidak membayar seluruh harga rumah secara langsung.
Sebaliknya, Anda membayar cicilan setiap bulan, yang merupakan amortisasi pinjaman.
Setiap cicilan ini akan terdiri dari dua bagian: bunga yang dibayar ke bank dan pokok pinjaman yang Anda lunasi. Dengan setiap cicilan, utang Anda akan berkurang secara bertahap.
2. Cicilan Kendaraan
Selain rumah, banyak orang juga menggunakan pinjaman untuk membeli kendaraan, seperti mobil atau motor. Sama seperti KPR, cicilan kendaraan juga dihitung menggunakan amortisasi.
Pembayaran cicilan kendaraan akan dilakukan setiap bulan, dengan porsi bunga yang lebih besar di awal, dan cicilan pokok yang semakin besar seiring berjalannya waktu.
3. Pembayaran Pendidikan
Jika Anda mengambil pinjaman pendidikan, amortisasi juga berlaku pada pembayaran cicilan pinjaman tersebut.
Misalnya, setelah menyelesaikan pendidikan, Anda mulai membayar cicilan pinjaman pendidikan Anda. Pembayaran ini biasanya terdiri dari pokok pinjaman dan bunga, dengan total cicilan yang tetap setiap bulan.
4. Pembelian Barang dengan Cicilan
Terkadang, Anda juga bisa membeli barang-barang tertentu dengan sistem cicilan, seperti elektronik atau perabot rumah tangga. Dalam kasus ini, pembayaran cicilan juga dihitung menggunakan amortisasi.
Meskipun harga barang mungkin lebih kecil dibandingkan dengan pinjaman rumah atau kendaraan, cicilan tetap dibayar setiap bulan dengan porsi bunga dan pokok yang dihitung secara bertahap.
5. Lisensi atau Langganan Jangka Panjang
Penerapan amortisasi tidak hanya terbatas pada pinjaman atau utang. Amortisasi juga dapat digunakan untuk aset tak berwujud, seperti lisensi perangkat lunak atau langganan jangka panjang.
Misalnya, jika Anda membeli lisensi perangkat lunak dengan biaya Rp12.000.000 untuk 3 tahun, Anda dapat mencatat biaya tersebut secara bertahap, yaitu Rp4.000.000 per tahun, sebagai amortisasi.
6. Pengelolaan Utang Kartu Kredit
Bagi Anda yang memiliki utang kartu kredit, meskipun tidak menggunakan sistem amortisasi secara formal, pengelolaan pembayaran utang kartu kredit bisa diatur seperti amortisasi.
Anda membayar cicilan utang kartu kredit setiap bulan, dan secara perlahan mengurangi saldo utang pokok Anda, meskipun di beberapa kasus bunga bisa sangat tinggi.