5 Saham Pertahanan yang Layak Dipantau 2026

6 menit bacaKami mematuhi

Kenali lima saham perusahaan pertahanan AS, bukti bisnis terbarunya, risiko khusus, dan cara memeriksa akses instrumennya dari Indonesia.

Pilihan saham pertahanan dalam daftar ini

Saham pertahanan dalam daftar ini adalah Lockheed Martin, RTX, Northrop Grumman, General Dynamics, dan L3Harris Technologies. Kelimanya tercatat di New York Stock Exchange (NYSE) dan memiliki eksposur besar terhadap pesawat militer, rudal, kapal, sistem antariksa, komunikasi, sensor, atau teknologi pertahanan.

Daftar ini bukan rekomendasi membeli. Anggaran pemerintah dan kontrak jangka panjang dapat memberi visibilitas pendapatan, tetapi tidak menghilangkan risiko kegagalan program, pembengkakan biaya, perubahan kebijakan, valuasi saham, maupun kurs IDR/USD. Jika Anda baru mengenal transaksi saham, pahami dahulu apa itu broker saham dan perbedaan instrumen yang ditawarkan platform.

Cara kami memilih 5 saham ini

Kami memilih perusahaan publik yang memiliki eksposur pertahanan material, bukti operasional terbaru dari laporan atau pengumuman resmi, ticker yang dapat diidentifikasi dengan jelas, dan profil risiko yang dapat dinilai oleh investor Indonesia.

Urutan daftar bukan peringkat imbal hasil. Ukuran penjualan atau backlog, yaitu nilai pesanan yang belum diakui sebagai pendapatan, tidak otomatis membuat saham lebih menarik. Kami juga melihat campuran bisnis karena sebagian perusahaan mempunyai kegiatan komersial di luar pertahanan.

Sebelum membandingkan harga, pelajari analisis teknikal dan fundamental. Laporan keuangan, arus kas, margin, utang, kualitas backlog, dan harga yang dibayar tetap perlu diperiksa secara terpisah.

1. Lockheed Martin (NYSE: LMT)

Eksposur bisnis: Lockheed Martin berfokus pada Aeronautics, Missiles and Fire Control, Rotary and Mission Systems, serta Space. Portofolionya mencakup pesawat tempur, rudal, helikopter, sistem misi, dan program antariksa. Konsentrasi pada kontrak pemerintah AS membuat LMT menjadi eksposur pertahanan yang lebih langsung daripada konglomerat industri umum.

Bukti terbaru: Hasil resmi kuartal II 2026 mencatat penjualan US$20,1 miliar dan backlog rekor US$230 miliar. Kenaikan permintaan rudal dan sistem pertahanan memberi dukungan, tetapi backlog bukan laba dan realisasinya bergantung pada jadwal produksi serta pendanaan kontrak.

Risiko khusus saham: Kontrak pertahanan berlangsung lama dan estimasi biayanya dapat berubah. Penyesuaian rugi pada program tertentu menunjukkan bahwa permintaan tinggi tidak otomatis menjaga margin. LMT juga sensitif terhadap keputusan anggaran, persetujuan ekspor, gangguan pemasok, dan masalah teknis pada program besar.

Akses dari Indonesia: Cari identitas lengkap Lockheed Martin dan ticker LMT di NYSE pada penyedia yang berizin atau diawasi OJK. Periksa apakah instrumennya saham langsung, kepemilikan pecahan dengan hak kontraktual, atau derivatif berbasis saham asing. Tinjau kustodian, hak suara, dividen, biaya, dan kurs sebelum menyetor dana.

2. RTX (NYSE: RTX)

Eksposur bisnis: RTX menggabungkan pertahanan dengan penerbangan komersial. Raytheon menangani sistem rudal dan pertahanan udara, sedangkan Collins Aerospace dan Pratt & Whitney memiliki eksposur besar pada avionik, mesin pesawat, dan layanan purnajual. Karena itu, RTX bukan saham pertahanan murni.

Bukti terbaru: Hasil resmi kuartal II 2026 mencatat penjualan US$24,7 miliar dan backlog US$289 miliar, terdiri dari US$170 miliar komersial dan US$119 miliar pertahanan. Pemisahan ini penting karena hanya sebagian backlog berasal dari bisnis pertahanan.

Risiko khusus saham: Pratt & Whitney masih menangani inspeksi dan pelepasan mesin yang dipercepat terkait kondisi logam serbuk pada armada GTF. Biaya perbaikan, ketersediaan suku cadang, dan gangguan rantai pasok dapat menekan arus kas. Campuran komersial juga membuat hasil RTX dipengaruhi siklus penerbangan sipil.

Akses dari Indonesia: Verifikasi RTX di NYSE, bukan sekadar nama Raytheon pada aplikasi. Cek apakah Anda memperoleh saham, pecahan saham, atau derivatif. Bandingkan biaya transaksi dan konversi mata uang melalui panduan broker saham terbaik, lalu baca dokumen produk sebelum membeli.

Biaya broker yang tinggi bisa menggerus keuntungan Anda.

Hemat hingga jutaan rupiah dengan memilih broker saham terbaik di Financer. Nikmati masa pensiun dengan sejahtera

Bandingkan broker saham terbaik sekarang

3. Northrop Grumman (NYSE: NOC)

Eksposur bisnis: Northrop Grumman memiliki program pesawat militer, antariksa, sistem misi, dan sistem pertahanan. B-21, sistem strategis, sensor, dan teknologi antariksa membuat bisnisnya sangat terkait dengan prioritas keamanan nasional AS. Kontraknya berskala besar, panjang, dan memerlukan disiplin biaya yang ketat.

Bukti terbaru: Rilis resmi kuartal II 2026 melaporkan penjualan US$10,9 miliar dan backlog rekor US$105 miliar setelah perolehan kontrak bersih US$20 miliar. Backlog memberi visibilitas, tetapi jadwal pengiriman dan perubahan estimasi biaya menentukan hasil akhirnya.

Risiko khusus saham: Kontrak harga tetap untuk produksi awal B-21 telah menghasilkan penyesuaian estimasi yang merugikan. Laporan tahunan 2025 mencatat akrual kerugian B-21 yang tersisa US$1,3 miliar pada akhir 2025. Risiko anggaran, pengujian, dan konsentrasi pelanggan pemerintah tetap besar.

Akses dari Indonesia: Gunakan nama Northrop Grumman dan kode NOC di NYSE ketika mencari instrumen. Konfirmasikan bentuk kepemilikan, penyimpanan aset, dan perlakuan dividen. Pecahan saham berbeda dari ketentuan 1 lot saham di Bursa Efek Indonesia, dan hak investor bergantung pada struktur produk.

4. General Dynamics (NYSE: GD)

Eksposur bisnis: General Dynamics menjalankan bisnis kapal perang dan kapal selam, kendaraan tempur, teknologi informasi pertahanan, serta Gulfstream pada penerbangan bisnis. Kombinasi tersebut memberi beberapa sumber pendapatan, tetapi membuat GD bukan perusahaan pertahanan murni. Permintaan jet bisnis dapat bergerak berbeda dari anggaran militer.

Bukti terbaru: Hasil kuartal II 2026 yang diterbitkan perusahaan mencatat pendapatan US$14,1 miliar dan pesanan US$20 miliar, dengan rasio pesanan terhadap pendapatan 1,4 kali. Investor tetap perlu memeriksa margin per segmen dan konversi pesanan menjadi kas.

Risiko khusus saham: Pembuatan kapal menghadapi keterbatasan tenaga kerja terampil, kapasitas galangan, gangguan pemasok, dan inflasi bahan. Keterlambatan pada proyek jangka panjang dapat menekan margin. Gulfstream menambah risiko sertifikasi, pengiriman, dan siklus permintaan pesawat bisnis.

Akses dari Indonesia: Cari GD di NYSE dan cocokkan nama penerbit karena ticker pendek mudah tertukar. Periksa apakah produk merupakan saham asing langsung, kepemilikan pecahan, atau derivatif. Anda dapat membandingkan fitur melalui daftar platform investasi, tetapi ketersediaan GD harus diperiksa pada masing-masing penyedia.

5. L3Harris Technologies (NYSE: LHX)

Eksposur bisnis: L3Harris memasok elektronik pertahanan, komunikasi taktis, sensor, sistem antariksa, peperangan elektronik, dan teknologi propulsi. Eksposurnya berada pada perangkat yang membantu militer mendeteksi, berkomunikasi, dan merespons, bukan hanya pada platform besar seperti pesawat atau kapal.

Bukti terbaru: Hasil resmi kuartal II 2026 menyebut pesanan US$7,3 miliar, pendapatan US$5,9 miliar, dan backlog rekor US$42 miliar. Satu kuartal belum cukup untuk menilai keberlanjutan margin dan arus kas.

Risiko khusus saham: LHX menghadapi risiko rantai pasok, pelaksanaan program teknologi, dan perubahan prioritas belanja pemerintah AS. Transaksi portofolio, termasuk rencana divestasi, dapat memengaruhi struktur bisnis. Pertumbuhan melalui akuisisi juga membuat utang dan pencapaian penghematan biaya perlu dipantau.

Akses dari Indonesia: Cari nama L3Harris Technologies serta LHX di NYSE. Pastikan produk yang tampil bukan kontrak derivatif yang hanya mengikuti harga saham. Periksa spread, biaya inap bila ada, hak dividen, kepemilikan manfaat, dan proses penarikan. Bandingkan karakter bisnisnya dengan saham teknologi tanpa menganggap risikonya sama.

Perbandingan singkat 5 saham pertahanan

Tabel ini merangkum perbedaan utama setelah profil lengkap di atas. Angka terbaru membantu menunjukkan skala bisnis, bukan menentukan saham mana yang akan memberi imbal hasil tertinggi.

SahamEksposur utamaBukti terbaruRisiko khusus
Lockheed Martin (LMT)Pesawat, rudal, sistem misi, antariksaQ2 2026: penjualan US$20,1 miliar; backlog US$230 miliarBiaya program dan konsentrasi kontrak
RTX (RTX)Pertahanan, mesin, penerbangan komersialQ2 2026: penjualan US$24,7 miliar; backlog US$289 miliarMasalah mesin GTF dan siklus komersial
Northrop Grumman (NOC)B-21, antariksa, misi, sistem pertahananQ2 2026: penjualan US$10,9 miliar; backlog US$105 miliarEkonomi kontrak harga tetap B-21
General Dynamics (GD)Kapal, kendaraan tempur, TI, GulfstreamQ2 2026: pendapatan US$14,1 miliarKapasitas galangan dan siklus jet bisnis
L3Harris (LHX)Elektronik, komunikasi, sensor, propulsiQ2 2026: pendapatan US$5,9 miliar; backlog US$42 miliarEksekusi teknologi dan transaksi portofolio

Cara membandingkan saham pertahanan

Mulailah dari sumber pendapatan. Perusahaan yang bergantung pada satu pelanggan atau program dapat memiliki visibilitas kontrak yang baik, tetapi dampak penundaan program juga lebih besar. Perusahaan dengan bisnis komersial mempunyai diversifikasi sekaligus risiko siklus yang berbeda.

Baca backlog bersama margin dan arus kas. Backlog bukan uang tunai dan dapat dipengaruhi perubahan jadwal, opsi kontrak, atau pembatalan. Periksa jenis kontraknya karena kontrak harga tetap dapat membebankan kenaikan biaya kepada perusahaan.

Terakhir, bandingkan valuasi dengan kualitas bisnis. Harga yang tampak rendah belum tentu murah jika laba sedang tertekan. Gunakan kerangka pada artikel saham murah dan periksa kebijakan pembagian laba melalui panduan saham dividen, tanpa menganggap dividen historis sebagai janji.

Akses, biaya, pajak, dan kurs bagi investor Indonesia

LMT, RTX, NOC, GD, dan LHX tercatat di NYSE, bukan Bursa Efek Indonesia. Ketersediaannya berbeda antarpenyedia. Cari ticker dan bursa yang tepat, lalu cek status izin penyedia dan persetujuan produknya. OJK menjelaskan bahwa sejak 10 Januari 2025 pengawasan derivatif dengan aset dasar efek, termasuk saham tunggal asing, berada pada OJK dan setiap produk derivatif yang diperdagangkan memerlukan persetujuan.

Baca dokumen produk untuk mengetahui apa yang Anda miliki. Saham langsung, hak manfaat atas pecahan dalam skema kustodian, dan derivatif yang mengikuti harga saham memiliki hak serta risiko berbeda. Periksa kustodian, hak suara, dividen, spread, komisi, biaya konversi, biaya inap bila ada, dan prosedur penarikan.

Nilai dalam rupiah dipengaruhi harga saham dan kurs IDR/USD. Bank Indonesia menerbitkan JISDOR sebagai referensi kurs spot USD/IDR antarbank, tetapi kurs penyedia dapat berbeda karena spread. Jam perdagangan AS juga berbeda dari waktu Indonesia.

Untuk pajak, wajib pajak dalam negeri pada umumnya memperhitungkan penghasilan dari luar negeri. DJP mengatur kredit pajak luar negeri, sedangkan pengecualian dividen luar negeri hanya berlaku bila syarat yang ditentukan terpenuhi. Perlakuan akhirnya bergantung pada status investor dan struktur produk, jadi simpan dokumen transaksi dan gunakan panduan DJP atau tenaga pajak.

Risiko tema yang tidak boleh diabaikan

Belanja pertahanan bergantung pada keputusan politik, anggaran pemerintah, persetujuan ekspor, dan kondisi geopolitik. Program kompleks menghadapi gangguan rantai pasok, keterlambatan, serta kerugian kontrak. Harga saham dapat turun meski backlog naik jika valuasi terlalu mahal atau margin memburuk.

Pertimbangkan pula kebijakan etika dan ESG pribadi Anda karena pendapatan perusahaan terkait produk militer. Hindari menumpuk seluruh portofolio pada satu tema, satu negara, atau satu mata uang.

Pertanyaan tentang saham pertahanan

Apa saja saham pertahanan yang dapat dipantau?

Lima saham yang dapat dipantau adalah Lockheed Martin (NYSE: LMT), RTX (NYSE: RTX), Northrop Grumman (NYSE: NOC), General Dynamics (NYSE: GD), dan L3Harris Technologies (NYSE: LHX). Daftar ini bukan rekomendasi membeli.

Apakah saham pertahanan aman saat terjadi konflik?

Tidak. Konflik atau kenaikan anggaran pertahanan tidak menjamin harga saham naik. Risiko program, biaya kontrak, perubahan kebijakan, valuasi, dan sentimen pasar tetap dapat menyebabkan kerugian.

Bisakah investor Indonesia membeli saham pertahanan AS?

Ya, jika penyedia yang berizin atau diawasi OJK menawarkan instrumen tersebut kepada nasabah Indonesia. Cari ticker dan bursa yang tepat, lalu pastikan apakah produknya saham langsung, hak atas pecahan saham, atau derivatif.

Apa pengaruh kurs rupiah terhadap saham AS?

Kurs IDR/USD memengaruhi nilai investasi saat dihitung dalam rupiah. Penguatan dolar dapat menambah nilai rupiah aset dolar, sedangkan penguatan rupiah dapat mengurangi hasil konversi, terlepas dari perubahan harga saham.

Apakah dividen saham AS selalu kena pajak di Indonesia?

Tidak selalu. Penghasilan luar negeri pada umumnya diperhitungkan, tetapi kredit pajak luar negeri atau pengecualian dividen dapat berlaku jika seluruh persyaratan dipenuhi. Periksa aturan DJP sesuai keadaan dan struktur produk Anda.

Financer Talks

Punya pertanyaan tentang topik ini? Tanyakan pada komunitas.

Lihat semua
Min 10 karakter

Jadilah yang pertama mengajukan pertanyaan tentang topik ini.

Bandingkan broker saham

10 opsi

Pialang teregulasi dan tepercaya

Bandingkan broker

Bandingkan broker saham

10 opsi

Pialang teregulasi dan tepercaya

Bandingkan broker
Butuh bantuan?