Jumlah Investor Kripto Indonesia 2026

8 menit bacaKami mematuhi

Data jumlah investor kripto Indonesia, nilai transaksi, demografi usia, ekosistem berizin, dan posisi adopsi global dalam satu halaman yang mudah disitasi.

Statistik utama investor kripto Indonesia

Data per Apr 2026

Data terbaru OJK menunjukkan jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital masih naik pada April 2026, meski nilai transaksi bulanan jauh lebih rendah daripada puncak 2024.

akun konsumen pedagang aset keuangan digital pada April 202621,70 juta
akun konsumen pada Maret 202621,37 juta
nilai transaksi aset kripto pada April 2026Rp22,98 triliun
nilai transaksi derivatif AKD pada April 2026Rp5,10 triliun
aset kripto yang dapat diperdagangkan per April 20261.255
derivatif AKD yang dapat diperdagangkan per April 202640
entitas berizin dalam ekosistem perdagangan aset kripto32
nilai transaksi aset kripto sepanjang 2025Rp482,23 triliun
posisi Indonesia di Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025Peringkat 7

OJK memakai istilah akun konsumen. Angka ini tidak sama dengan jumlah orang unik, karena satu orang dapat memiliki akun di lebih dari satu pedagang. Data 2024 dari Bappebti/CFX memakai istilah investor, sehingga perbandingan antarperiode perlu dibaca hati-hati.

Jumlah investor kripto Indonesia terbaru

Jumlah investor kripto Indonesia terbaru adalah 21,70 juta akun konsumen pedagang aset keuangan digital pada April 2026, menurut RDKB Mei 2026 OJK. Angka ini naik dari 21,37 juta pada Maret 2026.

Data diperbarui: April 2026. Hal terpenting untuk dicatat: OJK memakai istilah akun konsumen. Jadi, angka ini lebih tepat dibaca sebagai jumlah akun yang tercatat di pedagang aset keuangan digital, bukan jumlah orang unik.

Untuk konteks platform dan legalitas, Anda bisa membaca halaman Financer tentang crypto exchange, broker crypto BAPPEBTI, dan broker crypto. Halaman ini sendiri hanya berisi data dan metodologi, bukan rekomendasi membeli aset kripto.

Perkembangan jumlah akun konsumen dan investor kripto

PeriodeJumlah akun/investorPerubahan yang disebut sumberSumber utamaCatatan metodologi
Desember 202422,91 juta investorNaik dari 22,10 juta pada November 2024CFX/OJKSeri lama masih memakai istilah investor
Desember 202520,19 juta konsumenMenjadi basis pembanding Januari 2026OJK RDKB Feb 2026Seri OJK 2026 memakai istilah konsumen/akun konsumen
Januari 202620,70 juta konsumen+2,56% mtm dari Desember 2025OJK RDKB Feb 2026Awal data bulanan 2026 yang dirilis OJK
Februari 202621,07 juta konsumen+1,76% mtm dari Januari 2026OJK RDKB Maret 2026Masih dalam tren naik
Maret 202621,37 juta akun konsumen+1,43% mtm dari Februari 2026OJK RDKB April 2026OJK mulai menekankan akun konsumen pedagang aset keuangan digital
April 202621,70 juta akun konsumen+1,57% mtm dari Maret 2026OJK RDKB Mei 2026Data terbaru yang tersedia saat artikel ini disusun

Jangan baca sebagai jumlah orang unik

Satu investor bisa memiliki lebih dari satu akun di pedagang aset kripto yang berbeda. Karena itu, angka OJK lebih aman disebut akun konsumen, terutama untuk data 2025 dan 2026.

Tren pertumbuhan investor kripto

Dari Desember 2025 sampai April 2026, jumlah akun konsumen naik dari 20,19 juta menjadi 21,70 juta. Itu berarti tambahan sekitar 1,51 juta akun dalam empat bulan pertama 2026.

Kenaikannya tidak berarti semua akun aktif bertransaksi setiap bulan. Dalam data kripto, jumlah akun biasanya lebih stabil daripada nilai transaksi. Saat harga pasar melemah, akun tetap tercatat, tetapi nilai transaksi bisa turun tajam.

Perubahan istilah dari investor ke konsumen juga penting. Data Desember 2024 sebesar 22,91 juta investor tidak boleh dibandingkan secara lurus dengan data 2025/2026 tanpa membaca catatan metodologi dari OJK dan CFX.

Untuk sitasi, gunakan kalimat yang spesifik: "OJK mencatat 21,70 juta akun konsumen pedagang aset keuangan digital pada April 2026." Hindari menulis "21,70 juta orang memiliki kripto" karena rilis tidak membuktikan satu akun sama dengan satu orang.

Nilai transaksi aset kripto dan derivatif AKD

PeriodeTransaksi aset kriptoTransaksi derivatif AKDPerubahan/catatanSumber
2024 penuhRp650,61 triliunTidak dirinci di sumber iniNaik lebih dari 4 kali lipat dibanding 2023 menurut CFXOJK BLK 2026/CFX
2025 penuhRp482,23 triliunTidak dirinci di sumber iniTurun dari 2024 karena siklus pasar dan faktor globalOJK BLK 2026
Desember 2025Rp32,68 triliunRp8,60 triliunPembanding Januari 2026OJK RDKB Feb 2026
Januari 2026Rp29,24 triliunRp8,01 triliunTransaksi aset kripto turun 10,53% mtmOJK RDKB Feb 2026
Februari 2026Rp24,33 triliunRp5,07 triliunTransaksi aset kripto turun 16,89% mtmOJK RDKB Maret 2026
Maret 2026Rp22,34 triliunRp5,80 triliunDerivatif AKD naik dari FebruariOJK RDKB Mei 2026
April 2026Rp22,98 triliunRp5,10 triliunTransaksi aset kripto naik 2,86% mtm; derivatif turun 12,04% mtmOJK RDKB Mei 2026

Nilai transaksi turun dari puncak 2024

Jumlah akun konsumen naik, tetapi nilai transaksi belum kembali ke level 2024. OJK mencatat nilai transaksi aset kripto sepanjang 2025 sebesar Rp482,23 triliun, lebih rendah daripada Rp650,61 triliun pada 2024.

Ini pola yang wajar dalam pasar aset berisiko tinggi. Basis pengguna bisa bertambah saat harga bergerak datar atau turun, sementara volume transaksi mengikuti volatilitas, sentimen pasar, likuiditas, dan minat trading jangka pendek.

Derivatif AKD juga mulai terlihat dalam data 2026. Nilainya Rp8,01 triliun pada Januari 2026, turun ke Rp5,07 triliun pada Februari, naik menjadi Rp5,80 triliun pada Maret, lalu turun menjadi Rp5,10 triliun pada April. Seri ini masih baru, jadi sebaiknya dibaca sebagai indikator awal, bukan tren matang.

Jika Anda membandingkan akun dan transaksi, pakai dua pertanyaan berbeda. Jumlah akun menjawab seberapa luas akses masyarakat ke pedagang aset kripto. Nilai transaksi menjawab seberapa aktif pasar pada periode tertentu. Keduanya bisa bergerak berlawanan.

Demografi usia pengguna aset kripto

Kelompok usiaPorsi penggunaEstimasi jumlahSumberCatatan
18-24 tahun26,9%5,73 juta penggunaBappebti via CFXGenerasi Z menjadi kelompok besar dalam basis pengguna 2024
25-30 tahun35,1%7,47 juta penggunaBappebti via CFXKelompok milenial muda sedikit lebih besar daripada 18-24
18-30 tahun62,0%13,20 juta penggunaBappebti via CFX; jumlah dihitung dari dua kelompokMayoritas pengguna kripto berada di usia muda
Di atas 30 tahun38,0%Perhitungan sisa dari 100%Perhitungan Financer dari data CFXTidak dirinci lebih jauh dalam rilis CFX yang digunakan

Investor muda mendominasi basis pengguna

Data CFX yang mengutip Bappebti menunjukkan sekitar 62% pengguna aset kripto di Indonesia berusia 18-30 tahun. Rinciannya: 26,9% berusia 18-24 tahun dan 35,1% berusia 25-30 tahun.

Angka ini menjelaskan mengapa literasi risiko penting. Pengguna muda biasanya lebih cepat mencoba aplikasi investasi digital, tetapi belum tentu memiliki pengalaman melewati siklus pasar panjang. Untuk aset kripto, risiko utama bukan hanya harga yang volatil, tetapi juga legalitas platform, keamanan akun, pajak, dan pemahaman produk.

Karena itu, data jumlah investor sebaiknya selalu dibaca bersama data regulasi. Banyak akun baru tidak otomatis berarti literasi naik dengan kecepatan yang sama.

Ekosistem dan regulasi aset kripto per April 2026

MetrikJumlahCatatanSumber
Aset kripto yang dapat diperdagangkan1.255Daftar aset yang dapat diperdagangkan dalam ekosistem OJKOJK RDKB Mei 2026
Derivatif AKD yang dapat diperdagangkan40Produk derivatif aset keuangan digital yang tercatat di rilis OJKOJK RDKB Mei 2026
Entitas ekosistem berizin32Total bursa, kliring, kustodian, dan pedagang aset keuangan digitalOJK RDKB Mei 2026
Bursa kripto2Infrastruktur bursa dalam ekosistem perdaganganOJK RDKB Mei 2026
Lembaga kliring2Lembaga kliring penjaminan dan penyelesaianOJK RDKB Mei 2026
Kustodian2Pengelola tempat penyimpananOJK RDKB Mei 2026
Pedagang aset keuangan digital26Akses langsung konsumen ke perdagangan aset kriptoOJK RDKB Mei 2026
Lembaga penunjang PJP7Penyedia Jasa Pembayaran yang disetujuiOJK RDKB Mei 2026
Calon pedagang dalam evaluasi2Tersisa setelah keputusan OJK pada Mei 2026OJK RDKB Mei 2026

Regulasi menjadi bagian dari statistik

Jumlah akun konsumen tidak berdiri sendiri. Pada April 2026, OJK mencatat 32 entitas berizin di ekosistem perdagangan aset kripto, terdiri dari 2 bursa, 2 lembaga kliring, 2 kustodian, dan 26 pedagang aset keuangan digital.

Angka ini penting karena pertumbuhan akun tanpa infrastruktur pengawasan akan meningkatkan risiko konsumen. Dalam praktiknya, pembaca perlu memeriksa legalitas platform sebelum melihat biaya, pilihan koin, atau fitur trading.

OJK juga mencatat 5 penyelenggara AKD-AK dikenai sanksi administratif pada Mei 2026. Ini menunjukkan pengawasan berjalan, tetapi juga mengingatkan bahwa status legal saja tidak menghapus risiko operasional dan risiko pasar.

Posisi Indonesia dalam adopsi kripto global

MetrikNilaiSumberCara membaca
Global Crypto Adoption Index 2025Indonesia peringkat 7 dari 151 negaraChainalysisMengukur adopsi berdasarkan data on-chain, web traffic, GDP per kapita, dan subindeks lain
Peringkat retail centralized service9ChainalysisIndikator aktivitas retail pada layanan terpusat
Peringkat centralized service total7ChainalysisMengukur nilai yang diterima layanan terpusat
Peringkat DeFi value received4ChainalysisIndonesia relatif kuat dalam aktivitas DeFi menurut metodologi Chainalysis
Peringkat institutional centralized service7ChainalysisMemasukkan transfer institusional di atas USD1 juta
Pertumbuhan on-chain APAC69% yoyChainalysisAPAC menjadi kawasan dengan pertumbuhan tercepat dalam periode sampai Juni 2025
Volume on-chain APACDari USD1,4 triliun ke USD2,36 triliunChainalysisKonteks kawasan, bukan khusus Indonesia
Pertumbuhan on-chain Indonesia103% yoyChainalysis APACIndonesia tumbuh cepat dari basis yang sudah tinggi

Indonesia tetap besar dalam peta kripto global

Chainalysis menempatkan Indonesia di peringkat 7 Global Crypto Adoption Index 2025. Dalam tabel utama Chainalysis, Indonesia berada di bawah India, Amerika Serikat, Pakistan, Vietnam, Brazil, dan Nigeria.

Peringkat ini tidak sama dengan jumlah investor domestik. Chainalysis memakai kombinasi data on-chain, aktivitas layanan terpusat, DeFi, institusional, web traffic, GDP per kapita, dan penyesuaian metodologi. Jadi, data Chainalysis paling tepat dipakai untuk membaca posisi global, bukan mengganti angka akun konsumen OJK.

Namun arah besarnya konsisten: Indonesia adalah salah satu pasar kripto besar. Di laporan APAC, Chainalysis menyebut nilai on-chain Indonesia tumbuh 103% dalam 12 bulan sampai Juni 2025, di bawah Jepang 120% tetapi di atas Korea Selatan 100%, India 99%, dan Vietnam 55%.

Cara membaca data investor kripto Indonesia

Jenis dataApa yang diukurKelebihanKeterbatasan
Akun konsumen OJKAkun pada pedagang aset keuangan digitalPaling relevan untuk jumlah akun terbaruTidak sama dengan orang unik dan bisa berubah jika metodologi berubah
Investor Bappebti/CFXBasis pengguna/investor sebelum transisi istilah OJKBerguna untuk melihat sejarah 2024Tidak selalu sebanding langsung dengan seri akun konsumen 2025/2026
Nilai transaksi OJKRupiah transaksi aset kripto dan derivatif AKDMembaca aktivitas pasarSangat dipengaruhi harga dan volatilitas
Demografi CFX/BappebtiSebaran usia penggunaMembantu memahami profil penggunaTidak selalu diperbarui bulanan
ChainalysisAdopsi on-chain dan aktivitas globalMembandingkan Indonesia dengan negara lainBukan statistik resmi jumlah akun domestik

Metodologi dan sumber

Kami memprioritaskan sumber resmi atau sumber data industri yang dapat dilacak. Untuk angka terbaru, rilis OJK dipakai sebagai sumber utama. Untuk demografi 2024, kami memakai CFX yang mengutip data Bappebti. Untuk peringkat global, kami memakai Chainalysis.

Catatan metodologi:

  • Angka terbaru April 2026 memakai istilah akun konsumen, bukan orang unik.
  • Angka 2024 memakai istilah investor dalam rilis CFX/OJK, sehingga tidak dibandingkan secara mekanis dengan seri 2026.
  • Nilai transaksi aset kripto berbeda dari jumlah akun. Akun bisa naik saat transaksi turun.
  • Angka bulanan OJK dapat direvisi antar-rilis. Jika ada perbedaan kecil, gunakan rilis terbaru.
  • Data Chainalysis berguna untuk membaca posisi Indonesia secara global, tetapi tidak menggantikan statistik akun konsumen OJK.
  • Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan nasihat investasi, pajak, hukum, atau rekomendasi platform.

Untuk jurnalis, peneliti, atau pembuat laporan, angka paling aman untuk headline adalah data OJK April 2026. Angka demografi CFX/Bappebti dan peringkat Chainalysis sebaiknya dipakai sebagai konteks tambahan karena tanggal, metode, dan definisinya berbeda.

Sumber utama:

  • OJK RDKB Mei 2026: https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/RDKB-Mei-2026.aspx
  • OJK RDKB April 2026: https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/RDKB-April-2026.aspx
  • OJK RDKB Maret 2026: https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/RDKB-Maret-2026.aspx
  • OJK RDKB Feb 2026: https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/RDKB-Feb-2026.aspx
  • OJK Bulan Literasi Kripto 2026: https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/Pembukaan-Bulan-Literasi-Kripto-%28BLK%29-2026.aspx
  • CFX/Bappebti demografi dan data 2024: https://www.cfx.co.id/id/news/cfx-dorong-peningkatan-literasi-genarasi-muda
  • Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025: https://www.chainalysis.com/blog/2025-global-crypto-adoption-index/
  • Chainalysis APAC Crypto Adoption 2025: https://www.chainalysis.com/blog/asia-pacific-crypto-adoption-2025/

Financer Talks

Punya pertanyaan tentang topik ini? Tanyakan pada komunitas.

Lihat semua
Min 10 karakter

Jadilah yang pertama mengajukan pertanyaan tentang topik ini.

Butuh bantuan?