Saham Syariah: Arti, Daftar, Kriteria, dan Cara Beli

Ditulis oleh Mentari Rahman

- 17 Agu 2026

Kami mematuhi
Dicek oleh Mentari Rahman
Konsep kunci
  • Saham syariah lolos seleksi bisnis halal dan rasio OJK.
  • Daftar resmi dicek lewat DES OJK, ISSI, JII, dan JII70.
  • Beli lewat sekuritas legal dan hindari margin berbunga.

Apa Itu Saham Syariah?

Saham syariah adalah saham perusahaan yang kegiatan usaha dan rasio keuangannya memenuhi prinsip syariah di pasar modal. Di Indonesia, acuannya bukan sekadar klaim dari aplikasi atau influencer, melainkan Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan OJK serta indeks syariah yang dikelola Bursa Efek Indonesia.

Secara sederhana, apa itu saham syariah bisa dipahami seperti ini: Anda tetap membeli bagian kepemilikan perusahaan, tetapi perusahaan tersebut harus lolos penyaringan syariah. Bisnis utamanya tidak boleh bergerak di bidang yang dilarang, pendapatan non-halalnya dibatasi, dan struktur utangnya tidak boleh terlalu bergantung pada bunga.

Jadi, saham syariah bukan berarti harganya pasti naik atau risikonya lebih kecil. Status syariah menjawab pertanyaan apakah emiten dan mekanisme transaksinya memenuhi prinsip Islam. Untuk pertanyaan lebih dasar tentang halal atau haramnya saham, Anda bisa membaca pembahasan apakah saham haram terlebih dahulu.

Intinya

Saham syariah tetap berisiko seperti saham biasa. Bedanya ada pada proses penyaringan emiten dan cara transaksinya. Gunakan DES OJK sebagai rujukan utama, lalu tetap analisis bisnis, harga, likuiditas, dan tujuan investasi Anda.

Kriteria Sharia Stock Screening di Indonesia

Penyaringan saham syariah di Indonesia menilai dua hal besar: kegiatan usaha dan rasio keuangan. OJK menjelaskan bahwa emiten tidak boleh menjalankan kegiatan yang bertentangan dengan prinsip syariah, misalnya perjudian, jasa keuangan ribawi, jual beli risiko yang mengandung gharar atau maisir, serta produksi atau distribusi barang dan jasa yang haram.

Setelah bisnisnya lolos, rasio keuangan juga diperiksa. Berdasarkan kriteria DES OJK, total utang berbasis bunga dibandingkan total aset tidak boleh lebih dari 45%. Selain itu, total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan total pendapatan usaha dan pendapatan lain-lain tidak boleh lebih dari 10%.

Angka ini penting karena banyak perusahaan publik punya rekening bank, pinjaman, atau pendapatan lain-lain. Status syariah bukan berarti perusahaan steril dari setiap transaksi keuangan konvensional, tetapi batas non-halalnya harus berada dalam koridor yang ditetapkan regulator dan prinsip DSN-MUI.

Cek cepat sebelum membeli

  • Pastikan kode saham masuk DES OJK terbaru atau indeks syariah BEI yang relevan.

  • Cek bidang usaha perusahaan. Hindari emiten yang bisnis utamanya jelas bertentangan dengan prinsip syariah.

  • Baca laporan keuangan, terutama utang berbasis bunga, pendapatan bunga, dan pendapatan non-halal.

  • Hindari transaksi margin berbunga, short selling, dan pola transaksi yang hanya mengejar spekulasi harian tanpa dasar analisis.

  • Gunakan perusahaan sekuritas legal dan pahami biaya transaksi sebelum membeli.

Daftar Saham Syariah Indonesia: DES, ISSI, JII, dan JII70

Jika Anda mencari daftar saham syariah, mulai dari DES OJK. OJK menerbitkan Daftar Efek Syariah secara berkala, dan keputusan terbaru yang tersedia saat riset ini dilakukan adalah KEP-21/D.04/2026 tentang Daftar Efek Syariah, diumumkan pada 26 Mei 2026. Lampirannya berisi kode saham dan nama emiten yang masuk daftar resmi.

Di Bursa Efek Indonesia, investor juga bisa memakai indeks saham syariah sebagai peta awal. ISSI mencakup seluruh saham syariah yang tercatat di BEI dan masuk DES. JII berisi 30 saham syariah yang lebih likuid dan berkapitalisasi besar. JII70 memperluas cakupan menjadi 70 saham syariah. Ada juga indeks tematik syariah lain, seperti IDX-MES BUMN 17 dan IDX Sharia Growth.

Perlu diingat, masuk indeks bukan berarti saham tersebut otomatis cocok untuk semua investor. Indeks hanya membantu penyaringan awal. Setelah itu, Anda tetap perlu mengecek kinerja bisnis, valuasi, likuiditas, pembagian dividen, dan risiko sektor.

AcuanIsi utamaCara memakai
DES OJKDaftar resmi efek yang memenuhi prinsip syariahGunakan sebagai cek awal apakah sebuah saham masuk kategori syariah
ISSISeluruh saham syariah yang tercatat di BEI dan masuk DESCocok untuk melihat cakupan pasar saham syariah secara luas
JII30 saham syariah yang diseleksi dari sisi likuiditas dan kapitalisasiCocok sebagai daftar pendek untuk investor yang ingin saham syariah besar dan aktif diperdagangkan
JII7070 saham syariah dengan kriteria likuiditas dan kapitalisasiCocok untuk pilihan yang lebih luas daripada JII

Rekomendasi Saham Syariah 2026: Cara Memilih yang Lebih Aman

Banyak pembaca mencari rekomendasi saham syariah hari ini. Namun, artikel edukasi seperti ini tidak seharusnya memberi sinyal beli atau jual harian. Harga saham berubah cepat, dan rekomendasi yang terlihat menarik pagi ini bisa menjadi tidak relevan sore nanti.

Pendekatan yang lebih aman adalah membuat daftar pantauan. Mulai dari DES OJK, lalu lihat saham yang juga masuk ISSI, JII, atau JII70. Setelah itu, saring lagi berdasarkan kondisi bisnis. Apakah pendapatan perusahaan tumbuh? Apakah labanya stabil? Apakah utangnya sehat? Apakah sahamnya likuid sehingga mudah dibeli dan dijual pada harga wajar?

Untuk pemula, saham syariah terbaik biasanya bukan yang paling ramai dibicarakan, melainkan yang paling mudah Anda pahami. Perusahaan dengan bisnis jelas, laporan keuangan sehat, likuiditas memadai, dan valuasi masuk akal lebih layak dipelajari daripada saham yang hanya naik karena rumor. Jika Anda masih belajar dasar investasi, mulai dari panduan cara investasi untuk pemula sebelum membuat daftar pantauan sendiri.

Kerangka membuat watchlist saham syariah

  • Ambil daftar awal dari DES OJK atau indeks syariah BEI.

  • Pilih sektor yang Anda pahami, misalnya konsumsi, telekomunikasi, kesehatan, energi, atau infrastruktur.

  • Baca laporan keuangan terbaru dan bandingkan pendapatan, laba, utang, arus kas, dan margin usaha.

  • Cek likuiditas. Saham yang terlalu sepi bisa sulit dijual ketika Anda membutuhkan dana.

  • Bandingkan valuasi dengan perusahaan sejenis, bukan hanya melihat harga per lembar.

  • Tentukan rencana beli bertahap, target alokasi, dan alasan menjual sebelum transaksi.

Biaya broker yang tinggi bisa menggerus keuntungan Anda.

Hemat hingga jutaan rupiah dengan memilih broker saham terbaik di Financer. Nikmati masa pensiun dengan sejahtera

Bandingkan broker saham terbaik sekarang

Cara Beli Saham Syariah

Cara membeli saham syariah pada dasarnya sama seperti membeli saham biasa. Anda membutuhkan rekening efek di perusahaan sekuritas, Rekening Dana Nasabah, dan aplikasi trading yang terhubung ke Bursa Efek Indonesia. Bedanya, Anda perlu mengaktifkan filter syariah atau mengecek kode sahamnya di DES OJK sebelum membeli.

Beberapa aplikasi investasi di Indonesia menyediakan fitur pencarian saham syariah atau daftar saham yang masuk indeks syariah. Ajaib dan Stockbit, misalnya, dikenal sebagai aplikasi saham yang banyak dipakai investor ritel. Untuk produk syariah selain saham langsung, seperti reksadana syariah atau sukuk, platform seperti Bareksa juga sering dipakai pembaca Indonesia.

Yang paling penting bukan nama aplikasinya saja, tetapi legalitas sekuritas dan kesesuaian fitur dengan kebutuhan Anda. Jika tujuan Anda membandingkan tempat membeli saham, gunakan panduan broker saham agar bisa melihat biaya, fitur, kemudahan aplikasi, dan aspek keamanan.

Langkah membeli saham syariah untuk pemula

Gunakan langkah ini sebagai alur dasar, bukan rekomendasi platform tertentu.

Pilih sekuritas legal

Pastikan perusahaan sekuritas memiliki izin dan diawasi OJK. Jangan membuka akun lewat tautan tidak jelas, grup chat, atau pihak yang menjanjikan profit tetap.

Buka rekening efek dan RDN

Siapkan KTP, NPWP jika ada, rekening bank, dan data pribadi. Setelah verifikasi, Anda akan mendapat akses aplikasi dan Rekening Dana Nasabah untuk transaksi.

Aktifkan filter syariah

Gunakan fitur filter saham syariah jika tersedia. Jika tidak ada, cek kode saham secara manual lewat DES OJK atau daftar indeks syariah BEI.

Analisis sebelum membeli

Baca laporan keuangan, pahami bisnisnya, cek harga, volume transaksi, dan risiko sektor. Jika Anda belum paham alur order beli, baca panduan cara investasi saham.

Beli bertahap dan evaluasi

Mulai dengan nominal yang nyaman. Simpan alasan membeli, lalu evaluasi berkala apakah alasan tersebut masih berlaku.

Saham Syariah vs Reksadana Syariah vs Sukuk

Saham syariah cocok untuk investor yang ingin memilih emiten sendiri dan siap menghadapi naik turunnya harga pasar. Potensi keuntungannya bisa berasal dari capital gain dan dividen, tetapi risikonya juga langsung Anda tanggung.

Reksadana syariah lebih praktis karena dana dikelola manajer investasi. Anda tidak perlu memilih saham satu per satu, tetapi tetap harus membaca prospektus, biaya, portofolio, dan rekam jejak pengelola. Sukuk berbeda lagi. Instrumen ini lebih mirip surat berharga syariah dengan imbal hasil tertentu sesuai struktur akadnya, sehingga profil risikonya biasanya lebih stabil daripada saham.

Pilihan terbaik bergantung pada waktu, pengetahuan, dan toleransi risiko. Jika Anda ingin belajar bisnis perusahaan dan siap memantau portofolio, saham syariah bisa masuk akal. Jika Anda ingin lebih sederhana, reksadana syariah atau sukuk bisa menjadi pintu masuk.

ProdukCocok untukRisiko utama
Saham syariahInvestor yang ingin memilih emiten sendiriHarga bisa turun tajam, salah memilih emiten, likuiditas rendah
Reksadana syariahPemula yang ingin dikelola profesionalKinerja manajer investasi, biaya, perubahan nilai aktiva bersih
SukukInvestor yang mencari arus imbal hasil lebih terukurRisiko pasar, likuiditas, dan perubahan harga jika dijual sebelum jatuh tempo

Pajak dan Zakat Saham Syariah

Dari sisi pajak, saham syariah tetap mengikuti aturan pajak pasar modal Indonesia. Transaksi jual saham di bursa dikenakan pajak final atas nilai bruto transaksi, dan dividen memiliki ketentuan pajak tersendiri sesuai aturan yang berlaku. Biaya broker juga tetap ada, biasanya berupa fee beli dan fee jual.

Dari sisi zakat, praktiknya bisa berbeda tergantung niat dan jenis kepemilikan. Investor yang memegang saham sebagai investasi jangka panjang biasanya menghitung zakat berdasarkan nilai aset tertentu dan dividen yang diterima, sementara pedagang saham aktif bisa memiliki pendekatan perhitungan yang berbeda. Karena detail zakat dapat bergantung pada mazhab, kebijakan lembaga zakat, dan kondisi portofolio, sebaiknya konfirmasi ke amil zakat atau ustaz yang memahami pasar modal.

Yang sering dilupakan pemula adalah pencatatan. Simpan histori transaksi, dividen, biaya, dan posisi akhir tahun. Catatan ini membantu Anda mengevaluasi kinerja portofolio, menghitung pajak, dan menyiapkan perhitungan zakat dengan lebih rapi.

Catatan risiko

Jangan membeli saham hanya karena masuk daftar syariah. Status syariah tidak menghapus risiko bisnis, risiko harga, risiko likuiditas, atau risiko salah analisis. Hindari juga grup sinyal yang mengaku memberi saham halal dengan profit pasti.

FAQ saham syariah

Apa itu saham syariah?

Saham syariah adalah saham emiten yang kegiatan usaha dan rasio keuangannya memenuhi prinsip syariah. Di Indonesia, daftar resminya bisa dicek melalui DES OJK dan indeks syariah BEI seperti ISSI, JII, dan JII70.

Bagaimana cara melihat daftar saham syariah?

Gunakan Daftar Efek Syariah OJK sebagai rujukan utama. Anda juga bisa melihat saham yang masuk ISSI, JII, atau JII70 di situs Bursa Efek Indonesia. Pastikan memakai daftar terbaru karena konstituennya bisa berubah.

Apakah saham syariah pasti halal?

Status saham syariah menunjukkan emiten tersebut lolos kriteria syariah yang berlaku. Namun cara transaksinya tetap harus diperhatikan. Margin berbunga, short selling, manipulasi harga, dan spekulasi murni tetap bermasalah secara syariah.

Apa beda ISSI, JII, dan JII70?

ISSI mencakup seluruh saham syariah yang tercatat di BEI dan masuk DES. JII berisi 30 saham syariah terpilih, sedangkan JII70 berisi 70 saham syariah terpilih dengan cakupan lebih luas.

Apakah saham syariah cocok untuk pemula?

Bisa, asalkan Anda memahami risikonya dan tidak membeli hanya karena label syariah. Mulai dari nominal kecil, pilih emiten yang bisnisnya mudah dipahami, dan gunakan dana yang tidak dibutuhkan untuk kebutuhan harian.

Apakah ada zakat untuk saham syariah?

Ada kemungkinan kewajiban zakat jika nilai kepemilikan dan kondisi Anda memenuhi ketentuan zakat. Cara hitungnya bisa berbeda antara investasi jangka panjang dan aktivitas jual beli aktif, jadi sebaiknya konfirmasi ke lembaga zakat atau penasihat syariah.

Financer Talks

Punya pertanyaan tentang topik ini? Tanyakan pada komunitas.

Lihat semua
Min 10 karakter

Jadilah yang pertama mengajukan pertanyaan tentang topik ini.

Bandingkan broker saham

10 opsi

Pialang teregulasi dan tepercaya

Bandingkan broker

Bandingkan broker saham

10 opsi

Pialang teregulasi dan tepercaya

Bandingkan broker
Butuh bantuan?