Pertanyaan yang ada di benak setiap investor saat ini adalah apakah pasar saham akan crash di 2026. Dan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, faktor risiko menumpuk lebih cepat dari yang bisa diproses oleh Wall Street.
Perang Iran Mengguncang Pasar Global
Perang AS-Iran yang dimulai 28 Februari mendorong harga minyak naik 66% hanya dalam satu minggu, dari $67 menjadi lebih dari $111 per barel. Penutupan Selat Hormuz mengganggu sekitar 20% ekspor minyak dunia, memicu lonjakan harga minyak tercepat dalam lebih dari 40 tahun.
Dampak untuk Indonesia
Sebagai negara importir minyak, kenaikan harga crude oil langsung menekan neraca perdagangan Indonesia dan melemahkan rupiah. IHSG mengalami tekanan signifikan sepanjang awal Maret 2026. Bank Indonesia menghadapi dilema: inflasi yang meningkat dari harga energi membutuhkan suku bunga lebih tinggi, sementara pertumbuhan ekonomi yang melambat membutuhkan suku bunga lebih rendah.
Jika Anda bertanya-tanya apakah pasar saham akan jatuh setelah gejolak belakangan ini, Anda tidak sendirian. Analisis ini mengkaji setiap faktor risiko utama untuk membantu Anda memahami apa yang mungkin terjadi dengan portofolio investasi Anda. Sebelum mengambil keputusan, pastikan Anda memahami peran broker saham dalam proses investasi Anda.
