Kalkulator Kenaikan Gaji
Kalkulator kenaikan gaji membantu Anda menghitung berapa gaji Anda naik, baik dalam rupiah maupun persen. Masukkan gaji lama dan gaji baru, lalu hasilnya muncul seketika. Pakai sebelum negosiasi gaji, saat menimbang tawaran kerja baru, atau ketika ingin tahu apakah kenaikan tahunan Anda sudah masuk akal.
Masukkan gaji saat ini
Isi gaji pokok Anda sekarang, biasanya per bulan. Gunakan angka kotor (sebelum potongan) supaya perhitungan konsisten.
Masukkan kenaikan
Pilih cara yang Anda punya datanya: isi persentase kenaikan (misal 8%) atau langsung isi gaji baru yang ditawarkan.
Lihat hasilnya
Kalkulator menampilkan nominal kenaikan dalam rupiah, persentasenya, dan total gaji baru Anda.
Cara Menghitung Kenaikan Gaji
Rumusnya sederhana. Kenaikan dalam rupiah adalah gaji baru dikurangi gaji lama. Persentasenya adalah nominal kenaikan dibagi gaji lama, lalu dikali 100.
Misalnya gaji Anda sekarang Rp6.000.000 dan naik jadi Rp6.480.000. Selisihnya Rp480.000. Persentase kenaikannya: (480.000 / 6.000.000) × 100 = 8%.
Artinya gaji Anda bertambah Rp480.000 per bulan, atau sekitar Rp5.760.000 dalam setahun.
Menghitung Gaji Baru dari Persen Kenaikan
Kalau yang Anda tahu cuma persennya, balik saja rumusnya. Gaji baru = gaji lama × (1 + persen kenaikan).
Contoh: gaji Rp8.000.000 dapat kenaikan 7%. Hitungannya Rp8.000.000 × 1,07 = Rp8.560.000. Berarti ada tambahan Rp560.000 setiap bulan.
Cara ini berguna saat HRD menyebut angka persen tapi belum memberi rincian gaji barunya.
Kenaikan Nominal vs Kenaikan Bersih
Angka di kalkulator ini adalah kenaikan kotor. Yang benar-benar masuk rekening biasanya lebih kecil.
Gaji yang lebih tinggi ikut menaikkan potongan pajak penghasilan (PPh 21) dan iuran BPJS. Jadi tambahan bersih yang Anda bawa pulang tidak sepenuhnya sebesar angka kotornya.
Inflasi juga berperan. Kalau gaji naik 5% sementara harga kebutuhan naik 4%, daya beli Anda hanya bertambah sekitar 1%. Kenaikan yang terlihat besar di kertas belum tentu besar di dompet.
Tips Sebelum Minta Naik Gaji
Cek dulu standar gaji pasar untuk posisi dan pengalaman serupa, supaya target Anda realistis.
Hitung kenaikan riil setelah inflasi, bukan cuma angka kotornya.
Perhitungkan potongan pajak dan BPJS yang ikut naik pada gaji baru.
Siapkan bukti pencapaian dan kontribusi Anda sebagai dasar permintaan.
Lihat paket total, termasuk bonus, THR, dan tunjangan, bukan hanya gaji pokok.
Pertanyaan Umum
Bagaimana cara menghitung persentase kenaikan gaji?
Kurangi gaji baru dengan gaji lama untuk mendapat nominal kenaikan. Lalu bagi hasilnya dengan gaji lama dan kalikan 100. Contoh: naik dari Rp6.000.000 ke Rp6.480.000 berarti (480.000 / 6.000.000) × 100 = 8%.
Berapa persen kenaikan gaji yang wajar per tahun?
Tidak ada angka pasti karena tergantung perusahaan, kinerja, dan kondisi industri. Banyak perusahaan meninjau gaji setahun sekali dan mengaitkannya dengan inflasi serta penilaian kinerja. Sebagai patokan kasar, kenaikan yang sehat setidaknya mengimbangi laju inflasi agar daya beli Anda tidak turun.
Apakah kenaikan gaji dipotong pajak?
Umumnya ya. Gaji yang lebih tinggi bisa menambah pajak penghasilan (PPh 21) dan iuran BPJS yang dihitung dari gaji. Karena itu kenaikan bersih yang Anda terima sering lebih kecil dari angka kotornya. Aturan dan tarifnya bisa berubah, jadi cek slip gaji atau tanya HRD untuk angka pastinya.
Apa beda kenaikan gaji nominal dan riil?
Kenaikan nominal adalah tambahan rupiah yang tertera di slip gaji. Kenaikan riil adalah nilai tambahan itu setelah dikurangi inflasi. Kalau gaji naik 6% tapi inflasi 4%, kenaikan riil Anda hanya sekitar 2%.
Bagaimana menghitung gaji baru jika kenaikannya dalam persen?
Kalikan gaji lama dengan (1 + persen kenaikan dalam desimal). Misalnya gaji Rp8.000.000 naik 7%, maka Rp8.000.000 × 1,07 = Rp8.560.000.
