Kalkulator ROI
Kalkulator ROI membantu Anda menghitung return on investment, yaitu seberapa besar untung atau rugi sebuah investasi dibanding modal yang Anda keluarkan. Cukup masukkan modal awal dan hasil akhirnya, lalu kalkulator menampilkan ROI dalam persen. Cocok untuk menilai reksa dana, saham, bisnis kecil, sampai modal jualan online.
Masukkan modal awal
Tulis total uang yang Anda investasikan di awal, misalnya Rp5.000.000 untuk modal jualan atau pembelian reksa dana.
Masukkan nilai akhir
Isi nilai investasi sekarang atau hasil saat Anda menjualnya, sudah termasuk seluruh keuntungan.
Isi periode investasi (opsional)
Masukkan lama investasi berjalan, misalnya 1 tahun, supaya kalkulator bisa menampilkan ROI per tahun.
Lihat hasil ROI
Kalkulator langsung menampilkan ROI dalam persen, jadi Anda tahu seberapa untung investasi Anda.
Rumus ROI dan contoh perhitungan
Rumus dasarnya sederhana:
ROI = (Keuntungan Bersih ÷ Modal Awal) × 100%
Keuntungan bersih adalah nilai akhir dikurangi modal awal dan semua biaya.
Contoh: Anda buka usaha kecil dengan modal Rp5.000.000. Setelah setahun, total uang Anda menjadi Rp6.250.000. Keuntungan bersihnya Rp6.250.000 dikurangi Rp5.000.000, yaitu Rp1.250.000.
Maka ROI = (Rp1.250.000 ÷ Rp5.000.000) × 100% = 25%.
Artinya, setiap Rp100.000 yang Anda tanam menghasilkan untung Rp25.000.
ROI total vs ROI per tahun
ROI 25% tadi adalah hasil total selama investasi berjalan. Kalau modal itu butuh 2 tahun untuk tumbuh segitu, ROI per tahunnya jelas lebih kecil dibanding kalau hanya butuh 6 bulan.
Untuk membandingkan dua investasi secara adil, selalu lihat lama waktunya. Untung 30% dalam 1 tahun jauh lebih baik daripada 30% dalam 5 tahun. Isi kolom periode agar kalkulator menampilkan ROI per tahun, sehingga perbandingannya lebih masuk akal.
Biaya yang sering terlewat
ROI terlihat besar di atas kertas, tapi biaya bisa menggerusnya. Komisi broker dan biaya beli atau jual reksa dana memotong keuntungan Anda. Keuntungan dari investasi tertentu juga bisa kena pajak, dan aturannya berbeda-beda, jadi pastikan cek dengan bank atau pihak yang berwenang. Jangan lupakan inflasi: untung 6% setahun terasa kecil kalau inflasi sekitar 4,5%. Masukkan nilai akhir yang sudah dikurangi semua biaya nyata supaya ROI mencerminkan uang yang benar-benar masuk kantong.
Tips memakai kalkulator ROI
Pakai angka nyata, bukan perkiraan optimis. ROI yang jujur lebih berguna daripada yang sekadar terlihat bagus.
Bandingkan ROI antar pilihan investasi dengan periode waktu yang sama.
Ingat, ROI tidak mengukur risiko. Untung besar sering datang bersama kemungkinan rugi besar.
Untuk investasi rutin seperti nabung reksa dana tiap bulan, ROI sederhana kurang akurat. Pertimbangkan ukuran lain seperti CAGR.
Pertanyaan umum tentang kalkulator ROI
Apa itu ROI?
ROI (return on investment) adalah ukuran seberapa besar untung atau rugi sebuah investasi dibanding modal awalnya, ditulis dalam persen. ROI 20% berarti Anda untung Rp20.000 dari setiap Rp100.000 yang ditanam. Semakin tinggi ROI, semakin efisien modal Anda berubah menjadi keuntungan.
Bagaimana cara menghitung ROI?
Kurangi modal awal dari nilai akhir untuk mendapat keuntungan bersih, lalu bagi dengan modal awal dan kalikan 100%. Rumusnya: ROI = (keuntungan bersih ÷ modal awal) × 100%. Kalkulator ROI di atas menghitungnya otomatis begitu Anda mengisi angkanya.
ROI berapa yang dianggap bagus?
Tidak ada angka pasti karena tergantung jenis investasi dan risikonya. Deposito memberi ROI kecil tapi aman, sedangkan saham bisa lebih tinggi dengan risiko lebih besar. Bandingkan ROI dengan pilihan lain yang risikonya setara, dan selalu perhatikan jangka waktunya.
Apa bedanya ROI dan ROI per tahun?
ROI biasa menghitung total untung selama investasi berjalan, tanpa melihat berapa lama waktunya. ROI per tahun (anualisasi) membagi hasil itu berdasarkan durasi, jadi lebih adil untuk membandingkan investasi dengan jangka waktu berbeda. Untung 30% dalam 1 tahun jauh lebih baik daripada 30% dalam 5 tahun.
Apakah ROI memperhitungkan risiko?
Tidak. ROI hanya mengukur hasil untung atau rugi, bukan seberapa besar kemungkinan Anda rugi. Investasi dengan ROI tinggi belum tentu aman, jadi selalu pertimbangkan risikonya sebelum memutuskan.
Bisakah ROI bernilai negatif?
Bisa. Kalau nilai akhir lebih kecil dari modal awal, ROI menjadi negatif dan itu berarti Anda rugi. Misalnya modal Rp5.000.000 menyusut jadi Rp4.000.000, maka ROI-nya -20%.
