1. Cari Informasi Sebanyak Mungkin
Langkah pertama yang harus diambil sebelum memilih produk investasi, yaitu cari informasi sebanyak mungkin.
Pastikan Anda benar-benar mengenal produk investasi yang diinginkan, sehingga tidak akan salah pilih.
Informasi bisa Anda dapatkan dari mana saja. Financer merupakan sumber paling gampang diakses dan gratis pula.
Kenalan atau teman yang ahli investasi tentu juga bisa memberikan tambahan informasi mengenai produk dan perusahaan investasi tertentu.
Dengan begitu, Anda pun bisa memetakan keuntungan serta kerugian jika menggunakan suatu produk investasi.
2. Pastikan Perusahaan Investasi Kredibel
Setelah yakin terhadap informasi produk investasi tertentu, langkah selanjutnya adalah pastikan perusahaan investasi kredibel.
Cek ulang apakah perusahaan investasi tersebut terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, atau lembaga keuangan resmi di luar negeri .
Jika tidak terdaftar di OJK, Bank Indonesia, atau lembaga keuangan resmi di luar negeri, tentu saja perusahaan tersebut ilegal.
Carilah testimoni dari nasabah lama maupun yang baru. Selain itu, berapa lama perusahaan tersebut beroperasi pun bisa jadi pertimbangan.
3. Sesuaikan Dengan Rencana Keuangan
Ketika sudah melakukan dua langkah sebelumnya, kini tinggal satu langkah lagi. Pilih produk dan perusahaan investasi yang sesuai dengan rencana keuangan Anda.
Jangan sampai, manajemen keuangan Anda berantakan karena ternyata Anda berinvestasi dengan ceroboh.
Misalnya, Anda tertarik untuk melakukan investasi berupa properti. Sayangnya, investasi properti membutuhkan modal yang cukup besar dan perputarannya lambat.
Jika Anda tidak mampu, alangkah lebih baiknya memilih investasi cryptocurrency atau saham.
Mengapa? Investasi mata uang kripto atau saham juga merupakan investasi jangka panjang yang perputarannya uangnya lumayan cepat.
Namun, dari segi modal lebih ringan dibandingkan investasi properti. Itulah beberapa cara menghindari investasi bodong.