Hukum trading saham dalam Islam didasarkan pada beberapa sumber utama. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Dalil Al-Quran
Al-Baqarah ayat 275
اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْٓا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰواۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ
Artinya: "Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." Ayat ini menegaskan bahwa jual beli (termasuk saham) pada dasarnya halal, selama tidak mengandung unsur riba.
An-Nisa ayat 29
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْ
Artinya: "Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka." Transaksi saham termasuk perdagangan yang sah jika dilakukan tanpa paksaan dan dengan transparansi.
2. Hadist Rasul
Hadist Riwayat Al-Khomsah
لاَ تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ
Artinya: "Janganlah kamu menjual sesuatu yang tidak ada padamu." (HR. Al Khomsah dari Hukaim bin Hizam). Hadist ini menjadi dasar pelarangan short selling dalam Islam.
Hadist Riwayat Muslim
نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ
Artinya: "Rasulullah SAW melarang jual beli yang mengandung gharar (ketidakpastian)." (HR. Muslim, Tirmizi, dan Nasa'i dari Ibnu Umar). Transaksi saham yang penuh spekulasi tanpa dasar analisis termasuk kategori gharar.
Hadist Riwayat Ibnu Majah
لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ
Artinya: "Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh pula membahayakan orang lain." (HR. Ibn Majah). Prinsip ini mendasari larangan manipulasi pasar dan insider trading.