Apa Itu Investasi Saham dan Cara Kerjanya?

Ditulis oleh Mentari Rahman

- 13 Agu 2026

Kami mematuhi
Konsep kunci
  • Investasi saham adalah membeli sebagian kepemilikan perusahaan.
  • Keuntungan datang dari capital gain dan dividen, tetapi harga bisa turun.
  • Mulai dari 1 lot, gunakan sekuritas legal OJK dan dana dingin.

Apa Itu Investasi Saham?

Apa itu investasi saham? Investasi saham adalah kegiatan membeli sebagian kecil kepemilikan perusahaan yang tercatat di bursa. Ketika Anda membeli saham, Anda menjadi pemegang saham dan berhak atas potensi keuntungan dari kenaikan harga saham maupun pembagian dividen jika perusahaan membagikannya.

Di Indonesia, saham diperdagangkan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dan transaksi dilakukan lewat perusahaan sekuritas. Jadi, Anda tidak membeli saham langsung dari perusahaan, melainkan melalui rekening efek dan Rekening Dana Nasabah (RDN) di sekuritas yang legal.

Jika tujuan Anda baru mengenal konsepnya, mulai dari halaman ini. Jika Anda sudah siap membandingkan tempat membeli saham, lihat panduan broker saham di Financer.

Intinya

Saham bisa memberi peluang hasil lebih tinggi daripada tabungan, tetapi nilainya bisa naik turun setiap hari. Gunakan dana dingin, pilih sekuritas yang diawasi OJK, dan pahami dulu bisnis perusahaan sebelum membeli.

Cara Kerja Investasi Saham

Cara kerja investasi saham cukup sederhana di permukaan. Anda membuka rekening efek di perusahaan sekuritas, menyetor dana ke RDN, lalu membeli saham dengan kode emiten tertentu. Setelah transaksi selesai, kepemilikan efek Anda tercatat dalam sistem pasar modal.

Keuntungan investasi saham biasanya datang dari dua sumber. Pertama, capital gain, yaitu selisih ketika harga jual lebih tinggi daripada harga beli. Misalnya Anda membeli saham di harga Rp1.000 per lembar dan menjualnya di Rp1.300, selisih Rp300 per lembar adalah capital gain sebelum biaya transaksi dan pajak.

Kedua, dividen, yaitu pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham. Dividen tidak selalu ada. Perusahaan bisa memilih menahan laba untuk ekspansi, membayar utang, atau kebutuhan lain. Karena itu, jangan membeli saham hanya karena berharap dividen tanpa memahami kondisi bisnisnya.

Saham vs Reksadana, Obligasi, dan Kripto

Saham bukan satu-satunya instrumen investasi. Untuk pemula, perbedaan utamanya ada pada tingkat risiko, cara kerja, dan seberapa aktif Anda perlu memantau investasi. Tabel berikut memberi gambaran praktis sebelum Anda memilih.

InstrumenCara kerjaCocok untukRisiko utama
SahamMembeli kepemilikan perusahaanInvestor yang mau belajar analisis bisnisHarga turun, dividen tidak pasti
ReksadanaDana dikelola manajer investasiPemula yang ingin lebih pasifNilai unit turun, biaya pengelolaan
ObligasiMeminjamkan dana ke penerbit obligasiInvestor yang mencari kupon berkalaGagal bayar, harga turun saat suku bunga naik
KriptoMembeli aset digitalInvestor dengan toleransi risiko tinggiVolatilitas sangat tinggi, risiko platform

Keuntungan dan Risiko Investasi Saham

Keuntungan investasi saham yang paling menarik adalah peluang pertumbuhan nilai dalam jangka panjang. Jika perusahaan berkembang, labanya meningkat, dan pasar menilai bisnisnya lebih mahal, harga saham bisa ikut naik. Beberapa perusahaan juga membagikan dividen rutin.

Namun, saham tidak punya hasil yang dijamin. Harga bisa turun karena kinerja perusahaan melemah, kondisi ekonomi memburuk, suku bunga berubah, atau sentimen pasar. Bahkan saham perusahaan besar pun bisa mengalami penurunan tajam dalam periode tertentu.

Risiko lain yang sering dilupakan pemula adalah risiko ikut-ikutan. Membeli saham hanya karena ramai di media sosial bisa membuat Anda masuk di harga yang sudah terlalu tinggi. Jika Anda belum memahami laporan keuangan, model bisnis, dan valuasi, batasi nominalnya dulu sambil belajar.

Checklist sebelum membeli saham pertama

  • Gunakan dana yang tidak dibutuhkan untuk kebutuhan harian atau dana darurat.

  • Pastikan sekuritas memiliki izin dan diawasi OJK.

  • Pahami bisnis perusahaan, bukan hanya melihat harga sahamnya naik.

  • Mulai dari nominal kecil sampai Anda nyaman dengan fluktuasi harga.

  • Catat alasan membeli agar Anda tahu kapan perlu menambah, menahan, atau menjual.

Biaya broker yang tinggi bisa menggerus keuntungan Anda.

Hemat hingga jutaan rupiah dengan memilih broker saham terbaik di Financer. Nikmati masa pensiun dengan sejahtera

Bandingkan broker saham terbaik sekarang

Di BEI, pembelian saham dilakukan dalam satuan lot. Satu lot saham berisi 100 lembar. Artinya, modal minimal dalam rupiah tergantung harga saham yang Anda pilih. Jika harga saham Rp1.000 per lembar, 1 lot membutuhkan Rp100.000 sebelum biaya transaksi. Jika harga saham Rp5.000 per lembar, 1 lot membutuhkan Rp500.000.

Banyak aplikasi sekuritas membuat proses pembukaan rekening semakin mudah, tetapi modal kecil bukan berarti risikonya hilang. Untuk investasi saham untuk pemula, lebih penting membangun kebiasaan yang benar: setor bertahap, beli emiten yang dipahami, dan jangan memakai uang pinjaman.

Jika Anda ingin langkah teknis dari buka rekening sampai transaksi pertama, gunakan panduan cara investasi saham. Untuk gambaran yang lebih umum, lihat juga cara investasi untuk pemula.

Strategi Investasi Saham untuk Pemula

Strategi paling sederhana adalah membeli secara bertahap. Banyak investor menyebutnya dollar cost averaging atau DCA. Dalam praktiknya, Anda menyisihkan nominal tertentu setiap bulan, lalu membeli saham pilihan secara konsisten. Cara ini membantu mengurangi tekanan mencari harga paling murah.

Pilihan lain adalah fokus ke saham blue chip, yaitu saham perusahaan besar dengan bisnis mapan dan likuiditas tinggi. Ini bukan jaminan untung, tetapi biasanya lebih mudah dipelajari daripada saham kecil yang pergerakannya ekstrem.

Untuk pendekatan yang lebih analitis, Anda bisa belajar value investing. Prinsipnya, Anda mencari saham yang harga pasarnya lebih rendah dari nilai wajarnya. Pendekatan ini butuh waktu karena Anda perlu membaca laporan keuangan, memahami industri, dan sabar menunggu harga yang masuk akal.

Sebelum memilih aplikasi, pahami juga peran broker saham agar Anda tahu biaya, izin, dan fitur apa yang perlu diperiksa.

Catatan keamanan

OJK menyarankan masyarakat mengenali profil risiko, memilih produk sesuai kebutuhan, mengecek legalitas, memahami regulator, dan membaca ketentuan produk. Untuk saham, ini berarti memakai sekuritas legal, memahami biaya, dan tidak tergoda janji keuntungan pasti.

FAQ Tentang Investasi Saham

Apa itu investasi saham?

Investasi saham adalah kegiatan membeli sebagian kepemilikan perusahaan dengan tujuan memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham dan, jika ada, dividen.

Berapa modal awal untuk investasi saham?

Modal awal tergantung harga saham karena pembelian di BEI memakai satuan 1 lot atau 100 lembar. Jika harga saham Rp1.000 per lembar, 1 lot membutuhkan Rp100.000 sebelum biaya transaksi.

Apakah investasi saham cocok untuk pemula?

Cocok jika Anda memakai dana dingin, memilih sekuritas legal, memahami risiko harga turun, dan mulai dari nominal kecil sambil belajar membaca bisnis perusahaan.

Apa beda trading saham dan investasi saham?

Trading saham biasanya mengejar pergerakan harga jangka pendek. Investasi saham lebih fokus pada kepemilikan bisnis dan pertumbuhan nilai dalam jangka menengah hingga panjang.

Apa risiko terbesar investasi saham?

Risiko terbesarnya adalah harga saham turun dan Anda menjual dalam kondisi rugi. Risiko lain adalah membeli saham tanpa riset, memakai uang pinjaman, atau tergoda rekomendasi yang tidak jelas.

Financer Talks

Punya pertanyaan tentang topik ini? Tanyakan pada komunitas.

Lihat semua
Min 10 karakter

Jadilah yang pertama mengajukan pertanyaan tentang topik ini.

Bandingkan broker saham

10 opsi

Pialang teregulasi dan tepercaya

Bandingkan broker

Bandingkan broker saham

10 opsi

Pialang teregulasi dan tepercaya

Bandingkan broker
Butuh bantuan?