Akun trading islami vs konvensional sering terlihat mirip dari luar. Keduanya bisa memakai platform yang sama, instrumen yang sama, dan broker yang sama. Bedanya baru terasa saat posisi dibiarkan menginap.
Pada akun konvensional, posisi yang melewati waktu rollover bisa dikenakan swap. Swap adalah biaya atau kredit overnight yang dipengaruhi selisih suku bunga dari dua mata uang atau aset yang diperdagangkan. Dalam praktiknya, trader bisa membayar swap, atau kadang menerima swap, tergantung arah posisi dan instrumennya.
Pada akun islami, broker menghapus swap agar akun lebih sesuai untuk trader muslim yang ingin menghindari unsur bunga. Karena itu, akun ini sering disebut akun bebas swap, akun syariah, atau swap-free account.
Namun, bebas swap tidak selalu berarti bebas biaya. Beberapa broker mengganti swap dengan komisi tetap, biaya administrasi, spread lebih lebar, batas durasi posisi, atau pembatasan instrumen. Inilah alasan perbandingan akun trading islami vs konvensional perlu dilihat dari total biaya, bukan dari nama akun saja.
Jika Anda sedang membandingkan broker forex syariah, pahami dulu aturan biaya dan batasannya. Akun yang terlihat syariah di halaman promosi belum tentu paling murah atau paling cocok untuk gaya trading Anda.


